Pemerintah dan Emiten Sepakat Perkuat Tata Kelola demi Pulihkan Kepercayaan Investor
2026-08-12 06:11 WIB · aindari · 👁 378 dibaca

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mendesak emiten membenahi kinerja dan transparansi, sementara AEI menetapkan pemulihan kepercayaan investor sebagai prioritas tiga tahun ke depan.
Kepercayaan investor menjadi sorotan utama dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (11/8/2026). Forum bertema "Regaining Investor Trust: Navigating the Future of Indonesian Listed Companies" itu dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang secara langsung mendorong seluruh emiten membenahi tiga aspek utama: kinerja operasional, tata kelola perusahaan, serta pemanfaatan pasar modal secara optimal.
Airlangga menegaskan kepercayaan investor bukan sekadar target jangka pendek, melainkan modal dasar bagi perusahaan untuk memperluas investasi, mendorong ekspansi usaha, dan mempertajam daya saing. Ia menilai pasar modal berfungsi sebagai cerminan perekonomian nasional, sehingga kredibilitas emiten harus dijaga melalui pengelolaan bisnis yang sehat, akuntabel, dan berorientasi jangka panjang. Menurutnya, prospek perusahaan yang solid disertai transparansi dan peningkatan kepemilikan saham publik sudah cukup untuk memperkuat sentimen investor, tanpa harus terlalu bergantung pada penilaian lembaga pemeringkat internasional.
Di sisi dukungan pemerintah, Airlangga menyebut Satgas Debottlenecking sebagai instrumen konkret untuk memangkas hambatan investasi dan operasional. Satgas tersebut telah menerima 170 aduan dari pelaku usaha dan berhasil menyelesaikan 124 di antaranya. Ia mendorong perusahaan yang masih menghadapi kendala untuk segera melaporkan persoalannya agar pemerintah dapat memberikan solusi langsung dan kegiatan usaha tidak terganggu.
Dalam forum yang sama, Armand Wahyudi Hartono kembali terpilih sebagai Ketua Umum AEI untuk periode 2026–2029. Armand menyatakan pemulihan kepercayaan investor akan menjadi agenda sentral organisasi selama masa kepemimpinannya. Ia menekankan kepercayaan pasar hanya bisa dibangun dari fondasi yang kuat: kinerja perusahaan yang konsisten, penerapan tata kelola yang baik, komunikasi yang teratur, serta kolaborasi seluruh pelaku ekosistem pasar modal termasuk edukasi investor.
AEI di bawah kepengurusan baru berencana memperkuat fungsi advokasi dengan menghimpun aspirasi anggota sebagai masukan terhadap kebijakan dan regulasi pasar modal. Organisasi juga akan memperluas program diseminasi informasi, riset, dan berbagi pengetahuan agar emiten lebih siap menghadapi perubahan bisnis. Armand menegaskan setiap program yang dijalankan harus memberikan manfaat nyata bagi anggota, sehingga perusahaan tercatat semakin adaptif dan kompetitif. Ia optimistis sinergi antara pengurus, anggota, regulator, dan organisasi penunjang pasar modal akan mendorong pertumbuhan pasar modal Indonesia secara berkelanjutan di tingkat global.
Tag: pasar modal, emiten, Airlangga Hartarto, AEI, kepercayaan investor