Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Jakarta Tawarkan 40 Aset Daerah ke Investor, Potensi Investasi Capai Rp22,37 Triliun

2026-08-11 17:01 WIB · aindari · 👁 581 dibaca

Melalui forum JAFEX 2026, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang kerja sama pengelolaan 40 Barang Milik Daerah senilai estimasi Rp22,37 triliun demi mendorong pembiayaan pembangunan di luar APBD.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi membuka Jakarta Asset Forum & Expo (JAFEX) 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Selasa, dengan memajang 40 Barang Milik Daerah (BMD) yang dinilai berpotensi menarik investasi. Estimasi awal nilai investasi dari seluruh aset tersebut mencapai sekitar Rp22,37 triliun, meski angka itu masih bersifat sementara dan perlu dikonfirmasi melalui studi kelayakan teknis lebih lanjut.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa forum ini dirancang sebagai jembatan antara potensi aset milik daerah dengan calon mitra strategis dari sektor swasta maupun lembaga keuangan. Menurutnya, aset daerah tidak boleh hanya tercatat di atas kertas, melainkan harus dikelola secara aktif agar menghasilkan manfaat nyata bagi warga Jakarta.

Ke-40 BMD yang dipromosikan diproyeksikan dikembangkan untuk beragam fungsi, mulai dari kawasan Transit Oriented Development (TOD), area waterfront dan riverfront, mixed-use, fasilitas olahraga dan rekreasi, ruang komersial dan kreatif, hingga media luar ruang. Pramono menekankan bahwa pengembangan aset-aset ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

Optimalisasi BMD menjadi salah satu strategi Pemprov DKI untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan yang tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Badan Pengelolaan Aset Daerah menargetkan pendapatan dari pemanfaatan aset naik dari Rp805 miliar menjadi Rp1 triliun pada 2026. Pemprov juga mendorong skema pembiayaan kreatif, termasuk kompensasi atas pelampauan Koefisien Lantai Bangunan (KLB) oleh pengembang, sebagai instrumen pendanaan infrastruktur publik. Pendekatan ini sebelumnya telah diterapkan dalam rencana pengembangan Jakarta International Cultural Hub di Kuningan yang dirancang tanpa menggunakan dana APBD.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut hadir dan menyambut positif penyelenggaraan forum tersebut. AHY menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, investor, dunia usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan agar aset publik dapat bertransformasi menjadi infrastruktur dan layanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Ia berharap Jakarta dapat berkembang menjadi kota global yang inovatif dan membawa kemajuan bagi seluruh warganya.

Tag: JAFEX 2026, Barang Milik Daerah, investasi Jakarta, creative financing, Pramono Anung