Intelijen Ukraina: Rusia-Korut Siapkan Pengerahan 50.000 Tentara ke Perbatasan Barat
2026-08-13 16:01 WIB · aindari · 👁 731 dibaca

Badan intelijen militer Ukraina mengungkap rencana penambahan besar-besaran pasukan Korea Utara ke wilayah barat Rusia yang berbatasan langsung dengan Ukraina.
Rusia dan Korea Utara disebut sedang mematangkan rencana pengerahan puluhan ribu tentara Pyongyang ke tiga wilayah barat Rusia yang berbatasan dengan Ukraina. Informasi ini disampaikan Badan Intelijen Pertahanan Ukraina pada Rabu, berdasarkan dokumen rencana militer sementara Rusia yang diklaim berhasil mereka peroleh.
Menurut dokumen tersebut, jumlah pasukan Korea Utara yang dikerahkan ke Rusia akan ditingkatkan hingga mencapai 50.000 personel pada akhir November. Tujuan utamanya adalah mendukung upaya Rusia merebut wilayah Donbas di timur Ukraina — mencakup Luhansk dan Donetsk — sebelum penghujung tahun ini. Kehadiran pasukan Korut di wilayah barat Rusia juga dimaksudkan untuk mengambil alih sebagian tugas pertahanan, sehingga unit-unit Rusia bisa digeser ke garis depan pertempuran.
Saat ini, intelijen Ukraina memperkirakan sekitar 9.500 tentara Korea Utara sudah berada di Rusia, dengan sebagian besar terkonsentrasi di wilayah Kursk. Rencana yang sedang dibahas itu juga mencakup kemungkinan penugasan pasukan Korut di Bryansk dan Belgorod. Seorang pejabat intelijen Ukraina menyatakan persetujuan akhir atas rencana ini masih menunggu keputusan di tingkat pemimpin kedua negara.
Selain pasukan darat, Korea Utara baru-baru ini mulai mengirimkan sekitar 90 personel unit rudal ke wilayah Voronezh di selatan Rusia. Pyongyang juga dilaporkan telah menyuplai 40 rudal balistik tambahan untuk Rusia. Rudal-rudal itu diduga telah digunakan dalam serangan di sekitar Kryvyi Rih di wilayah Dnipropetrovsk pada akhir Juli, serta di wilayah Zaporizhzhia pada awal Agustus.
Latar belakang kerja sama militer ini berakar pada pakta kemitraan strategis yang ditandatangani Rusia dan Korea Utara pada 2024, yang antara lain mengatur dukungan timbal balik dalam situasi darurat. Ukraina menilai Moskow semakin bergantung pada bantuan Pyongyang seiring tingginya korban di pihak Rusia — lebih dari 42.000 tentara Rusia diperkirakan tewas atau terluka hingga Juli.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dalam pernyataan video yang dirilis Senin, memperingatkan bahwa keterlibatan tentara Korea Utara dalam pertempuran nyata berpotensi membawa konsekuensi lebih luas. Menurutnya, jika pasukan Korut mendapatkan pengalaman tempur dari perang ini, hal itu akan meningkatkan ancaman bagi Jepang dan Korea Selatan — memperluas kekhawatiran konflik ini melampaui batas Eropa.
Tag: Korea Utara, Ukraina, Rusia, Perang Ukraina, Kerja Sama Militer