Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Satu ABK WNI Masih Hilang Usai Serangan di Selat Bab Al-Mandeb, Pencarian Terus Dilakukan

2026-08-13 16:31 WIB · aindari · 👁 559 dibaca

Kementerian Luar Negeri RI memastikan dua dari tiga ABK WNI di kapal MV Tihamah selamat, sementara satu lainnya belum ditemukan pasca serangan drone di perairan Yaman.

Nasib seorang anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang berada di atas kapal dagang MV Tihamah masih belum diketahui hingga Kamis ini. Kapal tersebut sebelumnya diserang di Selat Bab Al-Mandeb, perairan strategis di sisi barat Semenanjung Arab yang menjadi pintu masuk Laut Merah.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Heni Hamidah, mengungkapkan hal itu dalam taklimat media di Jakarta. Menurutnya, pencarian terhadap ABK yang hilang masih berlangsung secara intensif di wilayah laut oleh pihak-pihak terkait. Informasi terkini mengenai kondisi para ABK WNI itu diterima pihak Indonesia pada Kamis pagi melalui nota verbal dari Kementerian Luar Negeri Yaman.

MV Tihamah diawaki 11 ABK, terdiri dari tiga WNI dan delapan warga negara Pakistan. Dari ketiga WNI tersebut, dua di antaranya telah dipastikan selamat. Satu ABK WNI mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak membutuhkan perawatan lebih lanjut, sedangkan satu lainnya mengalami luka dan telah mendapat penanganan medis di rumah sakit. Adapun satu ABK WNI ketiga hingga kini belum berhasil ditemukan.

Sebelumnya, sejumlah laporan media internasional menyebut seorang WNI termasuk dalam korban tewas akibat serangan tersebut. Kantor berita Anadolu melaporkan tiga ABK tewas dalam insiden itu, satu di antaranya WNI dan dua lainnya warga Pakistan. Laporan itu mengacu pada siaran televisi Al-Jumhuriya TV yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman. Serangan ini diduga dilakukan oleh kelompok Houthi. Namun, Kemlu RI sejak Selasa (11/8) menyatakan masih dalam proses konfirmasi dan belum menetapkan status ABK tersebut sebagai meninggal dunia.

Merespons insiden ini, Kedutaan Besar RI di Muscat terus memantau perkembangan situasi bersama Kemlu RI. KBRI Muscat juga tengah mempersiapkan kemungkinan fasilitasi pemulangan para ABK WNI yang selamat ke tanah air, apabila kondisi memungkinkan. Direktorat Perlindungan WNI Kemlu RI pun telah menjalin komunikasi langsung dengan keluarga ketiga ABK guna menjelaskan situasi terkini dan langkah penanganan yang sedang dilakukan.

Heni menegaskan pihaknya akan segera menyampaikan informasi terbaru kepada publik begitu ada perkembangan dalam proses pencarian ABK WNI yang masih hilang tersebut.

Tag: ABK WNI, Selat Bab Al-Mandeb, Houthi Yaman, Kemlu RI, MV Tihamah