Teheran Tegaskan Kendali Penuh atas Selat Hormuz, Bantah Pernyataan Trump
2026-08-14 01:31 WIB · aindari · 👁 439 dibaca

Iran menegaskan Selat Hormuz sepenuhnya berada di bawah kendalinya, merespons klaim yang dilontarkan Donald Trump, sementara negara-negara Teluk mulai mencari jalur pelayaran alternatif.
Iran secara tegas membantah pernyataan Donald Trump mengenai status Selat Hormuz, dengan menegaskan bahwa jalur perairan strategis itu berada sepenuhnya di bawah kendali Teheran. Bantahan ini mempertegas ketegangan yang sudah berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat terkait salah satu jalur pelayaran tersibuk dan terpenting di dunia.
Selat Hormuz memiliki posisi krusial dalam perdagangan energi global. Jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab ini menjadi pintu keluar utama bagi ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah, sehingga setiap ancaman terhadap aksesibilitasnya langsung berdampak pada kekhawatiran pasokan energi dunia.
Merespons meningkatnya ketidakpastian di sekitar Selat Hormuz, sejumlah negara di kawasan Teluk dilaporkan mulai aktif mencari jalur-jalur alternatif. Langkah ini mencerminkan kekhawatiran nyata bahwa gangguan pada selat tersebut dapat menghambat arus ekspor minyak mereka ke pasar internasional.
Di sisi pasar energi, harga minyak dunia mengalami koreksi dan sempat menyentuh level US$87,69 per barel, terpengaruh antara lain oleh proyeksi permintaan untuk tahun 2026. Meski demikian, potensi defisit pasokan global tetap menjadi risiko yang diperhitungkan pelaku pasar, mengingat eskalasi ketegangan di sekitar Hormuz dapat sewaktu-waktu mengguncang keseimbangan suplai.
Dari sudut pandang investasi, skenario penutupan atau gangguan di Selat Hormuz dinilai berpotensi mendorong harga minyak kembali naik signifikan. Kondisi ini turut memengaruhi sentimen terhadap instrumen keuangan yang sensitif terhadap pergerakan harga komoditas energi, termasuk reksa dana pasar uang yang tengah dicermati menjelang rebalancing indeks MSCI.
Ketegangan seputar Selat Hormuz bukan kali pertama membayangi pasar energi global. Namun pernyataan langsung dari pihak Iran yang mengklaim kendali penuh atas jalur tersebut menambah dimensi baru dalam dinamika geopolitik kawasan, sekaligus memperkuat urgensi bagi negara-negara pengekspor minyak untuk memiliki rute cadangan yang andal.
Situasi ini menempatkan Selat Hormuz kembali di pusat perhatian komunitas internasional, baik dari sisi keamanan maritim maupun stabilitas pasokan energi. Perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada bagaimana Iran dan Amerika Serikat mengelola retorika dan langkah-langkah konkret di lapangan.
Tag: Selat Hormuz, Iran, Trump, Harga Minyak, Geopolitik Timur Tengah