Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

48 SPBU di Flores Kembali Beroperasi, Pertamina Andalkan Jalur Laut untuk Distribusi BBM

2026-08-17 17:08 WIB · aindari · 👁 848 dibaca

Pascagempa Flores, Pertamina Patra Niaga mengaktifkan skema alih suplai lintas terminal dan transportasi laut demi menjaga pasokan energi tetap mengalir ke masyarakat.

Sebanyak 48 dari 52 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, kini telah kembali beroperasi menyusul gempa bumi yang melanda kawasan tersebut. Angka itu mencerminkan penambahan 13 SPBU yang berhasil diaktifkan kembali dalam proses pemulihan bertahap yang dijalankan PT Pertamina Patra Niaga.

Empat SPBU sisanya belum dapat beroperasi penuh karena sejumlah kendala, mulai dari gangguan listrik dan jaringan komunikasi hingga kerusakan sarana fisik. Selain itu, sebagian mitra dan tenaga operasional di lokasi tersebut masih terlibat dalam proses evakuasi dan pemulihan pascabencana.

Di sisi infrastruktur terminal bahan bakar, enam Fuel Terminal (FT) dilaporkan beroperasi normal dan terus menjalankan distribusi. Tiga FT lainnya masih dalam tahap persiapan penyaluran sambil menunggu akses jalan yang terdampak longsor pulih kembali. Untuk mengatasi hambatan akses darat ini, Pertamina menyiapkan skema alih suplai yang melibatkan FT Labuan Bajo, FT Bima, FT Ende, dan FT Maumere, termasuk penggunaan moda transportasi laut guna memperkuat pasokan ke wilayah yang jalur daratnya masih terganggu.

Hal itu disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, dalam keterangan resminya di Kupang pada Senin. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menambahkan bahwa setiap fasilitas yang akan dioperasikan kembali wajib melewati pengecekan keselamatan terlebih dahulu sebelum difungsikan. Keselamatan masyarakat, pekerja, dan keandalan penyaluran energi disebut sebagai prioritas utama perusahaan.

Untuk sektor LPG, lima agen di wilayah Flores dilaporkan masih beroperasi dalam kondisi aman dengan stok yang tersedia di tingkat agen maupun outlet. Berdasarkan pembaruan data per 16 Agustus 2026 pukul 10.19 WITA, sebanyak 20 tabung LPG telah tiba di Maumere.

Pertamina menyatakan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, BPH Migas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mempercepat normalisasi distribusi energi. Masyarakat diimbau menggunakan BBM dan LPG secara bijak sesuai kebutuhan, tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta memantau perkembangan resmi melalui Pertamina Contact Center 135.

Tag: Pertamina, Flores NTT, gempa bumi, BBM, LPG