Inti Bumi Terdeteksi Bergerak Mundur Sejauh 0,5 mm per Tahun, Ilmuwan Soroti Dampaknya pada Gunung Api dan Medan Magnet
2026-08-19 06:08 WIB · aindari · 👁 659 dibaca
Penelitian terbaru mengungkap inti padat Bumi mengalami pergerakan mundur relatif terhadap mantel, dengan implikasi signifikan terhadap aktivitas vulkanik dan pelindung magnetik planet.
Sebuah penelitian baru mengungkap temuan mengejutkan tentang bagian terdalam Bumi: inti padat planet ini ternyata bergerak mundur dengan kecepatan sekitar 0,5 milimeter per tahun relatif terhadap mantel di atasnya. Temuan ini membuka babak baru dalam pemahaman ilmu kebumian, khususnya soal dinamika interior planet yang selama ini sulit diamati secara langsung.
Inti dalam Bumi merupakan bola padat yang sebagian besar tersusun dari besi dan nikel, terletak di pusat planet pada kedalaman lebih dari 5.000 kilometer. Selama ini, inti tersebut dipahami berputar searah dengan rotasi Bumi secara keseluruhan. Namun penelitian ini menunjukkan bahwa inti padat tersebut kini tampak bergerak lebih lambat dari mantel — bahkan secara relatif seolah bergerak ke arah berlawanan.
Pergerakan yang sangat kecil ini bukan tanpa konsekuensi. Para peneliti mengaitkan dinamika inti dengan dua fenomena besar di permukaan Bumi: aktivitas vulkanik dan medan magnet. Inti Bumi berperan sebagai generator medan magnet planet melalui pergerakan besi cair di lapisan inti luar. Perubahan pada rotasi inti padat berpotensi memengaruhi stabilitas dan kekuatan medan magnet yang melindungi Bumi dari radiasi kosmik berbahaya.
Selain itu, pergeseran dinamika inti juga dikaitkan dengan kemungkinan pengaruh terhadap aktivitas vulkanik. Interaksi antara inti dan mantel diyakini turut memengaruhi aliran panas dari dalam Bumi, yang pada gilirannya dapat berdampak pada pergerakan lempeng tektonik dan aktivitas gunung berapi di berbagai wilayah.
Dampak lain yang turut disoroti adalah perubahan pada panjang hari di Bumi. Ketika inti padat berputar lebih lambat, hal itu dapat menyebabkan pergeseran kecil pada durasi rotasi Bumi — dalam skala milidetik. Meski tampak sepele, perubahan semacam ini dapat terdeteksi oleh instrumen presisi tinggi dan relevan bagi sistem navigasi serta pengukuran waktu global.
Penelitian ini memperkuat pandangan bahwa interior Bumi bukanlah sistem yang statis. Inti, mantel, dan kerak bumi terus berinteraksi dalam skala waktu geologis, dan memahami pergerakan inti menjadi kunci untuk mengurai berbagai proses yang membentuk kondisi permukaan planet — dari kemagnetan hingga kegempaan dan vulkanisme.
Tag: inti bumi, medan magnet, aktivitas vulkanik, geofisika, rotasi bumi