Korban Terevakuasi KMP Putri Yasmin Jauh Melampaui Data Manifes, Basarnas Soroti Akurasi Pencatatan
2026-08-19 17:07 WIB · aindari · 👁 444 dibaca
Basarnas mencatat 212 orang berhasil dievakuasi dari tenggelamnya KMP Putri Yasmin, padahal manifes resmi hanya mencantumkan 131 orang.
Kesenjangan tajam antara data manifes dan jumlah korban yang berhasil dievakuasi dalam musibah tenggelamnya KMP Putri Yasmin mencuat dalam rapat kerja Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu. Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa hingga hari kedelapan operasi SAR, pihaknya telah mengevakuasi 212 orang — jauh melampaui angka 131 yang tercatat dalam manifes kapal, yang terdiri dari 114 penumpang dan 17 anak buah kapal.
Dari 212 korban yang berhasil dievakuasi tersebut, 211 orang dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia. Namun operasi belum sepenuhnya tuntas. Posko pengaduan masih menerima laporan dari keluarga dan masyarakat mengenai empat orang yang hingga kini belum masuk dalam daftar korban terevakuasi. Basarnas menyatakan verifikasi silang antara data manifes dan data korban terevakuasi masih terus berlangsung.
Syafii menegaskan bahwa manifes kapal bukan sekadar dokumen administratif biasa. Menurutnya, data tersebut menjadi pijakan utama dalam menentukan target pencarian dan mengukur keberhasilan operasi SAR. Ketidakakuratan manifes, seperti yang terjadi dalam kasus KMP Putri Yasmin, berpotensi menghambat efektivitas penyelamatan karena tim SAR tidak memiliki gambaran yang tepat tentang berapa jiwa yang sesungguhnya berada di atas kapal.
Merespons persoalan ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan langkah korektif yang akan diterapkan ke depan. Ia menegaskan bahwa Surat Persetujuan Berlayar tidak akan diterbitkan jika data manifes penumpang, kendaraan, dan muatan kapal belum tervalidasi sepenuhnya. Ketegasan ini disebut sebagai prinsip yang harus diterapkan tanpa pengecualian.
Lebih jauh, Kemenhub berencana mendorong pengelolaan manifes menuju sistem data tunggal yang memungkinkan pembaruan dan validasi secara waktu nyata. Integrasi antara manifes, sistem tiket, dan proses boarding dinilai perlu dibangun agar data yang tercatat benar-benar mencerminkan kondisi aktual di atas kapal — mulai dari jumlah penumpang hingga muatan kendaraan. Rapat tersebut dihadiri pula oleh Kepala BMKG dan Menteri Perhubungan sebagai bagian dari agenda Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi V DPR RI.
Tag: KMP Putri Yasmin, Basarnas, operasi SAR, manifes kapal, Kementerian Perhubungan