Kertajati Disiapkan Jadi Pusat Perawatan Pesawat Tempur TNI AU, Kurangi Ketergantungan Asing
2026-08-20 06:06 WIB · aindari · 👁 885 dibaca
Kemhan menegaskan Bandara Kertajati akan dikembangkan secara bertahap menjadi fasilitas MRO pesawat tempur TNI AU, dengan melibatkan PT GMF dan PT DI.
Kementerian Pertahanan (Kemhan) menegaskan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat, akan dikembangkan menjadi pusat pemeliharaan dan perawatan pesawat tempur Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Pernyataan ini disampaikan Kepala Biro Humas dan Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, di Jakarta, Rabu.
Menurut Rico, pengembangan itu akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal berfokus pada pesawat angkut seperti Hercules, sebelum kemudian diarahkan untuk mendukung perawatan pesawat tempur. Tujuan jangka panjangnya adalah agar seluruh proses pemeliharaan pesawat tempur TNI AU dapat dilakukan sepenuhnya di dalam negeri oleh tenaga ahli Indonesia.
Rico menyebut kemandirian perawatan alutsista di dalam negeri membawa sejumlah keuntungan strategis. Selain memutus ketergantungan pada pihak asing dalam urusan teknologi pesawat, proses ini juga mendorong transfer teknologi yang pada akhirnya meningkatkan kualitas industri pertahanan nasional dan sumber daya manusianya. Kemajuan tersebut, kata Rico, dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk memperkuat alutsista Indonesia secara keseluruhan.
Meski demikian, Rico mengakui konsep fasilitas Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) khusus pesawat tempur di Kertajati belum ditetapkan. Saat ini pemerintah masih dalam tahap membangun Kertajati sebagai MRO pesawat angkut Hercules sekelas Asia. Untuk pesawat tempur, jenis pesawat maupun skema MRO-nya belum ditentukan karena masih merupakan arah pengembangan ke depan.
Pada hari yang sama, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan optimismenya bahwa Kertajati mampu mengemban fungsi tersebut. Ia menilai industri dirgantara dalam negeri sudah memiliki modal yang cukup kuat, salah satunya ditandai oleh keberhasilan PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) dalam melakukan pemeliharaan kelas berat pesawat Hercules untuk pertama kalinya. Pencapaian itu dinilai sebagai bukti peningkatan kapasitas teknologi dan SDM industri dalam negeri.
Berdasarkan capaian itu, Sjafrie menyebut PT GMF dan PT Dirgantara Indonesia (DI) akan dilibatkan dalam pengembangan MRO Kertajati. Namun ia belum merinci kapan fasilitas tersebut mulai beroperasi untuk merawat pesawat tempur. Sjafrie hanya menekankan harapannya agar pembangunan MRO dapat segera rampung sehingga kedua perusahaan itu bisa segera memanfaatkannya untuk merawat alutsista TNI AU, baik pesawat tempur maupun pesawat angkut.
Tag: Kertajati, MRO, TNI AU, Kemhan, industri pertahanan