Ribuan Seniman Hidupkan Legenda Perempuan Nusantara di Panggung Indonesia Arena
2026-08-22 06:08 WIB · aindari · 👁 524 dibaca

Pagelaran Sabang Merauke bertema 'Hikayat Srikandi Nusantara' resmi dibuka di Indonesia Arena, GBK, menampilkan sekitar 1.700 pelaku seni dalam pertunjukan kolosal tiga malam.
Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, menjadi panggung bagi salah satu pertunjukan seni kolosal terbesar tahun ini. Pagelaran Sabang Merauke dengan tema 'Hikayat Srikandi Nusantara' resmi dibuka pada Jumat malam, 21 Agustus 2026, di Indonesia Arena, dan akan berlangsung hingga 23 Agustus 2026.
Pertunjukan ini menempatkan perempuan sebagai inti narasi, mengangkat tokoh-tokoh dari cerita rakyat berbagai daerah di Indonesia. Lewat kisah-kisah yang hidup dalam ingatan kolektif masyarakat, penonton diajak menjelajahi kekayaan budaya Nusantara dari ujung barat hingga timur — dari Sabang sampai Merauke — dalam satu malam yang sama.
Sejumlah nama besar hadir memberi nyawa pada tokoh-tokoh legendaris itu. Raisa memerankan Srikandi, Yura Yunita sebagai Mahadewi, Christine Tambunan sebagai Dayang Sumbi, Mirabeth Sonia sebagai Mandeh Rubayah, dan Pradnya Larasari sebagai Calon Arang. Sementara Taufan Purbo, Nino Prabowo, dan Bima Zeno masing-masing memerankan Malin Kundang, Yuyu Kangkang, dan Tumang.
Salah satu momen yang paling memukau penonton adalah penampilan Yura Yunita bersama Padi Reborn membawakan lagu 'Mahadewi'. Mengenakan busana adat Jawa berwarna hijau, Yura tampak seolah melayang dari panggung menuju tribun paling atas sebelum menghilang dari pandangan. Ia kemudian muncul kembali di panggung utama dengan cara yang tak kalah dramatis — menunggangi naga raksasa berkepala tiga yang menyemburkan asap.
Skala produksi pertunjukan ini terbilang luar biasa. Sekitar 1.700 pelaku seni terlibat, terdiri dari 15 penyanyi, 387 penari, satu grup band, 60 musisi orkestra, 119 anggota paduan suara, serta musisi yang memainkan 50 jenis alat musik tradisional. Seluruh pertunjukan memuat 103 koreografi dan 28 lagu, dikerjakan oleh 11 tim koreografer dan 16 desainer kostum.
Detail produksi — mulai dari properti panggung, kostum, hingga pergerakan para penampil — terlihat disiapkan dengan sangat cermat, menghasilkan tontonan yang secara visual megah sekaligus sarat makna. Wastra dan musik tradisional berpadu dengan kisah-kisah rakyat, menjadikan warisan budaya itu terasa hidup dan relevan, bukan sekadar artefak masa lalu.
Dengan kualitas produksi di level ini, Pagelaran Sabang Merauke berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya, baik bagi penonton domestik maupun wisatawan mancanegara yang ingin mengenal kekayaan tradisi Indonesia melalui medium seni pertunjukan.
Tag: Pagelaran Sabang Merauke, Hikayat Srikandi Nusantara, Yura Yunita, Raisa, seni budaya Indonesia