Defisit Transaksi Berjalan Rekor dan Tekanan Global Hantam IHSG ke 6.501
2026-08-24 17:02 WIB · aindari · 👁 850 dibaca

IHSG tergelincir 0,37 persen pada Senin sore, tertekan kombinasi rekor defisit transaksi berjalan domestik dan pelemahan bursa Asia yang mengikuti sentimen negatif dari Amerika Serikat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin sore di level 6.501,67, turun 24,02 poin atau 0,37 persen. Indeks LQ45 yang memuat 45 saham unggulan ikut terkoreksi 2,64 poin atau 0,41 persen ke posisi 641,95. Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan ganda dari dalam dan luar negeri yang menekan sentimen pelaku pasar sepanjang hari.
Dari sisi domestik, kekhawatiran utama berpusat pada data defisit transaksi berjalan Indonesia yang mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Bank Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan pada kuartal II 2026 melebar menjadi 12,5 miliar dolar AS, setara 3,3 persen dari produk domestik bruto. Pelebaran defisit ini didorong oleh menyusutnya surplus barang sekaligus meningkatnya biaya impor energi — kombinasi yang berpotensi memperburuk tekanan pada nilai tukar dan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi.
Di tingkat regional, bursa Asia secara luas bergerak melemah. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyebut pelemahan futures saham Amerika Serikat menjadi salah satu pemicu sentimen negatif kawasan. Pasar juga mencermati rencana konferensi pers Menteri Keuangan AS Scott Bessent terkait kemungkinan sanksi tambahan terhadap Iran, meski Iran menyatakan langkah tersebut tidak akan melemahkan posisi Teheran. Selain itu, investor menantikan pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China pada 25–28 Agustus 2026 untuk mencari sinyal arah kebijakan baru, khususnya setelah serangkaian data ekonomi China yang mengecewakan.
Bursa-bursa utama Asia kompak merah: Nikkei turun 0,69 persen ke 65.560,00; Shanghai melemah 0,59 persen ke 3.882,01; Hang Seng terkoreksi 1,89 persen ke 25.517,33; Kospi anjlok paling dalam 3,12 persen ke 6.696,96; dan Strait Times turun tipis 0,15 persen ke 5.680,69.
Secara sektoral, dari sebelas sektor yang dipantau melalui Indeks Sektoral IDX-IC, hanya dua yang mampu menguat. Sektor barang baku memimpin kenaikan dengan 1,21 persen, disusul sektor industri yang naik 0,15 persen. Sementara itu, sembilan sektor lainnya melemah, dengan sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 2,3 persen. Sektor properti dan keuangan masing-masing turun 1,27 persen dan 0,86 persen.
Dari sisi pergerakan saham individual, PICO, ELIT, SAFE, EKAD, dan CENT masuk dalam daftar penguatan terbesar. Sebaliknya, MEJA, ICON, MPRO, SDMU, dan CBTN menjadi saham dengan pelemahan harga terbesar. Secara keseluruhan, 276 saham naik, 384 saham turun, dan 303 saham stagnan. Volume perdagangan tercatat sebanyak 34,23 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp14,26 triliun dalam 2.171.000 kali transaksi.
Tag: IHSG, defisit transaksi berjalan, bursa Asia, Bank Indonesia, pasar saham