Prabowo Pasang Target PLTS 100 GW untuk Perkuat Kemandirian Energi
2026-08-25 17:03 WIB · aindari · 👁 397 dibaca

Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 GW dalam tiga tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi dan menekan biaya listrik.
Presiden Prabowo Subianto menetapkan target besar dalam pengembangan energi surya nasional. Ia meminta pembangunan pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS berkapasitas total 100 gigawatt dapat rampung dalam tiga tahun untuk memperkuat kemandirian energi Indonesia.
Target itu disampaikan saat Prabowo meresmikan PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa. Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan pemerintah ingin bergerak cepat dan menjadikan proyek energi surya sebagai bagian penting dari strategi ketahanan energi nasional.
Prabowo membandingkan target tersebut dengan kapasitas pembangkit listrik Indonesia saat ini. Menurut dia, total kapasitas pembangkit yang berasal dari batu bara, minyak, gas, dan panas bumi berada di kisaran 88 gigawatt. Dengan tambahan PLTS berskala besar, pemerintah berharap pasokan energi domestik menjadi lebih kuat dan tidak terlalu bergantung pada sumber dari luar negeri.
Selain menyasar kemandirian energi, pemerintah juga mengaitkan program ini dengan efisiensi belanja negara. Pembangunan PLTS 100 GWp disebut dapat mendukung penghematan biaya listrik hingga Rp73,9 triliun. Prabowo juga menilai pengembangan tenaga surya perlu berjalan bersama pemanfaatan potensi panas bumi dan temuan ladang minyak agar kebutuhan energi nasional semakin bisa dipenuhi dari dalam negeri.
Di acara itu, Prabowo meminta komitmen sejumlah pejabat dan pemimpin badan usaha. Mereka yang disebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, serta Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri. Para pejabat dan pimpinan perusahaan tersebut menyatakan siap mendukung pencapaian target pembangunan.
Rencana pengembangan PLTS ini didasarkan pada besarnya potensi energi surya Indonesia yang disebut mencapai sekitar 3.294 GWp. Namun, kapasitas terpasang hingga April 2026 baru berada di sekitar 1,5 GWp. Pemerintah menyiapkan pembangunan secara bertahap, yaitu tahap pertama 17 GWp, tahap kedua 18 GWp, dan tahap ketiga 30 GWp, dengan sasaran seluruh pembangunan selesai pada 2029.
Prabowo juga mengaitkan agenda energi ini dengan pengurangan impor minyak dan LPG. Ia menyampaikan harapan agar Indonesia dalam waktu sesingkat mungkin tidak lagi perlu mengimpor minyak maupun LPG untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.
Tag: Prabowo Subianto, PLTS, energi surya, ketahanan energi, nasional