Di Tengah Ribuan Pengungsi Gempa NTT, ESDM Fokus Penuhi Kebutuhan Ibu dan Bayi
2026-08-24 06:03 WIB · aindari · 👁 840 dibaca

Tim ESDM Siaga Bencana menyalurkan bantuan pangan dan kesehatan di Kabupaten Manggarai, dengan prioritas utama pada kebutuhan ibu dan anak di lokasi pengungsian yang tersebar.
Kebutuhan ibu dan anak menjadi perhatian utama Tim ESDM Siaga Bencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dalam penanganan korban gempa di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Ketua tim, Rudy Sufahriadi, menyatakan bahwa meski ketersediaan sembako di lokasi pengungsian sudah relatif terpenuhi, sejumlah kebutuhan spesifik ibu dan anak masih harus dipenuhi secara khusus.
Dari Posko Dua ESDM Siaga Bencana Wilayah Tengah di Kecamatan Reok, tim mendistribusikan 100 karung beras, 20 dus mi instan, lima dus bubur bayi, 10 dus susu, 100 bungkus gula pasir, dan 100 botol minyak goreng. Selain pangan, tim juga menyerahkan bantuan kesehatan mencakup 15 jenis obat, vitamin, dan kebutuhan habis pakai masing-masing sebanyak 30 boks — di antaranya obat demam, batuk, diare, alergi, oralit, vitamin anak, pembalut wanita, dan minyak kayu putih.
Beberapa bantuan lain, termasuk tenda dan selimut bayi, disebutkan masih dalam perjalanan menuju wilayah terdampak. Rudy menjelaskan bahwa tim berupaya mengantisipasi kebutuhan sebelum permintaan datang dari warga. Tantangan utama yang dihadapi adalah sebaran dampak gempa yang tidak terpusat, melainkan tersebar di banyak titik kecil di lokasi-lokasi yang berjauhan.
Kondisi di lapangan dikonfirmasi oleh warga Desa Salama, Kecamatan Reok. Marifah, 50 tahun, yang tinggal di posko mandiri bersama sekitar 30 orang termasuk bayi dan balita, menyebut tenda, selimut, dan terpal sebagai kebutuhan paling mendesak. Cuaca malam yang dingin membuat warga yang belum berani kembali ke rumah yang rusak harus bertahan dengan alas seadanya di atas tanah. Kebutuhan bayi seperti popok, minyak telon, dan susu juga sulit didapat karena banyak toko di sekitar lokasi tutup pascagempa. Sebagian warga bahkan masih memasak menggunakan kayu bakar.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 22 Agustus mencatat 41.427 pengungsi dan 285 korban luka di Kabupaten Manggarai. Secara keseluruhan, gempa berkekuatan M7,7 yang mengguncang NTT telah memaksa 150.576 orang mengungsi. BNPB menyebutkan sebanyak 954 ton logistik telah disalurkan ke wilayah terdampak sejak 15 hingga 22 Agustus melalui jalur Labuan Bajo dan Maumere.
Tag: gempa NTT, Manggarai, ESDM, pengungsi, bantuan bencana