WSBP Catat Pendapatan Rp808,07 Miliar dan Perkuat Efisiensi Operasional
2026-07-13 22:16 WIB · aindari

PT Waskita Beton Precast Tbk membukukan pendapatan usaha Rp808,07 miliar pada Semester I 2026 sambil menekan biaya dan mengoptimalkan aset produksi.
PT Waskita Beton Precast Tbk atau WSBP mencatat pendapatan usaha Rp808,07 miliar hingga 30 Juni 2026. Kinerja pada Semester I 2026 itu ditopang oleh tiga lini usaha utama perusahaan, yakni beton precast, readymix dan quarry, serta jasa konstruksi. Perseroan menyebut capaian tersebut sejalan dengan perannya dalam mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Kontribusi terbesar berasal dari lini jasa konstruksi dengan nilai Rp316,81 miliar. Bisnis beton precast menyumbang Rp310,30 miliar, sementara readymix dan quarry memberikan pendapatan Rp180,95 miliar. Komposisi ini menunjukkan WSBP masih mengandalkan portofolio proyek infrastruktur dan konstruksi sebagai sumber utama pendapatan.
Sepanjang periode tersebut, WSBP terlibat dalam sejumlah pekerjaan di berbagai daerah. Proyek yang digarap antara lain Tangguh UCC Onshore, pembangunan Gedung KCN Marunda, Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 3 Cileles–Panimbang Fase 2 Paket 3, serta perbaikan Jalan Tol KAPB. Perseroan juga mengerjakan proyek gedung pendidikan, termasuk Gedung Kuliah Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Madura, Laboratorium Terpadu Universitas Khairun, dan Gedung L-SSIT Universitas Udayana.
Di luar pendapatan, perusahaan menyoroti agenda efisiensi sebagai bagian dari penguatan kinerja. Beban Umum dan Administrasi turun 16 persen secara tahunan, dari Rp191,85 miliar pada Semester I 2025 menjadi Rp161,18 miliar pada Semester I 2026. WSBP juga menekan beban Non-Contributing Plant dari Rp17,74 miliar menjadi Rp5,31 miliar melalui peningkatan utilisasi fasilitas produksi.
Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP Fandy Dewanto menyampaikan bahwa perusahaan menjaga kelangsungan operasional dengan menyelesaikan proyek sesuai mutu, jadwal, serta standar keselamatan kerja. Ia juga menekankan bahwa efisiensi dan peningkatan produktivitas tetap dijalankan agar kegiatan usaha lebih efektif dan kinerja perusahaan menguat secara bertahap.
WSBP menyatakan akan terus mengoptimalkan fasilitas produksi, mengendalikan biaya, serta memanfaatkan aset dan sumber daya yang tersedia. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat fondasi operasional dan menjaga daya saing di tengah tantangan industri konstruksi. Perusahaan juga menempatkan tata kelola yang baik, kepatuhan aturan, dan kepentingan jangka panjang pemangku kepentingan sebagai bagian dari pengelolaan bisnis.
Tag: WSBP, infrastruktur, konstruksi, kinerja perusahaan, efisiensi