Musim Durian Badui Tarik Ribuan Wisatawan ke Pedalaman Lebak
2026-08-27 06:05 WIB · aindari · 👁 692 dibaca

Lebih dari 2.700 pengunjung dari Banten, Jakarta, dan Jawa Barat menyerbu permukiman Badui dalam dua hari untuk menikmati alam sekaligus berburu durian lokal.
Permukiman masyarakat Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Banten, mendadak ramai oleh kunjungan wisatawan pada akhir Agustus ini. Dalam dua hari saja, 25 dan 26 Agustus, tercatat sekitar 2.700 orang datang bersaba budaya — istilah kunjungan silaturahmi ke komunitas adat Badui. Mereka berasal dari berbagai penjuru, mulai dari wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.
Momen ini bertepatan dengan musim panen durian Badui, yang menjadi daya tarik tersendiri. Sekretaris Desa Kanekes, Medi, menyebut kehadiran para wisatawan membawa dampak nyata bagi perekonomian warga setempat. Pendapatan masyarakat Badui cenderung meningkat seiring melimpahnya hasil panen durian, dan kunjungan wisata menjadi saluran utama penjualannya.
Durian Badui sendiri dikenal memiliki cita rasa khas — legit, manis, beraroma, dengan daging buah yang tebal. Harganya bervariasi antara Rp30.000 hingga Rp100.000 per butir, tergantung ukuran. Para wisatawan datang dalam beragam formasi: ada yang bersama keluarga, berpasangan, maupun bergabung dalam komunitas.
Perjalanan menuju permukiman Badui bukan tanpa tantangan. Topografi kawasan yang berbukit dan bergunung mengharuskan pengunjung berjalan kaki melewati hutan dan jalan setapak. Kusni, salah satu wisatawan asal Jakarta, mengisahkan perjalanan sejauh sekitar tiga kilometer menuju Kampung Kadu Gajah terasa melelahkan. Namun menurutnya, kelelahan itu terbayar lunas begitu tiba dan menyantap durian di sana. Ia dan rombongannya memilih menginap semalam dan baru kembali ke Jakarta pada Kamis pagi.
Hal serupa dirasakan Sandra, remaja 17 tahun asal Tangerang yang datang bersama komunitas. Bagi Sandra, kunjungan ini bukan sekadar wisata kuliner, melainkan juga kesempatan menyaksikan langsung kehidupan masyarakat adat yang sederhana namun mampu menjaga kelestarian alam. Pengalaman itu, katanya, memberi pelajaran berharga tentang pentingnya mencintai dan merawat lingkungan.
Antusiasme wisatawan yang terus berdatangan mencerminkan daya tarik Badui yang melampaui sekadar destinasi alam biasa. Perpaduan antara panorama pegunungan yang masih asri, kehidupan adat yang autentik, dan durian lokal berkualitas menjadikan kawasan ini pilihan pelarian dari hiruk-pikuk kota, khususnya bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang mencari ketenangan.
Tag: Badui, wisata budaya, durian Lebak, Kabupaten Lebak, pariwisata Banten