Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Konsumsi Solar Bersubsidi Melonjak 15 Persen, Dipicu Harga Solar Nonsubsidi dan Aktivitas Ekonomi

2026-08-27 06:10 WIB · aindari · 👁 935 dibaca

BPH Migas mencatat rata-rata penyaluran biosolar pada Agustus 2026 mencapai 58.271 kiloliter per hari, naik 15,10 persen dibanding sebelum kenaikan harga solar nonsubsidi April lalu.

Konsumsi solar bersubsidi terus merangkak naik sejak pertengahan April 2026 dan mencapai puncaknya pada Agustus 2026 dengan kenaikan 15,10 persen. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengungkapkan tren ini dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI yang dipantau dari Badung, Bali, Rabu.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menjelaskan bahwa sebelum harga solar nonsubsidi seperti Dex series naik pada 18 April 2026, rata-rata penyaluran biosolar berada di angka 50.624 kiloliter (KL) per hari. Begitu harga solar nonsubsidi disesuaikan, konsumsi biosolar langsung bergerak naik secara bertahap dari bulan ke bulan.

Pada periode 18 April hingga 4 Mei 2026, penyaluran biosolar tercatat 50.745 KL per hari atau naik tipis 0,24 persen. Kenaikan kemudian menguat pada Mei menjadi 52.685 KL per hari, setara 4,07 persen di atas rata-rata sebelum penyesuaian harga. Tren itu berlanjut pada awal Juni dengan angka 56.521 KL per hari, naik 11,65 persen, lalu 56.827 KL pada pertengahan Juni hingga awal Juli, dan 57.963 KL sepanjang Juli. Angka tertinggi dicapai pada Agustus dengan rata-rata 58.271 KL per hari.

Menurut Wahyudi, dua faktor utama mendorong lonjakan ini. Pertama, disparitas harga antara biosolar bersubsidi dan solar nonsubsidi mendorong sebagian pengguna beralih ke produk bersubsidi. Kedua, aktivitas ekonomi yang menggeliat turut mendongkrak kebutuhan bahan bakar, khususnya di sektor logistik ekspor dan impor.

Data pertumbuhan sektoral yang disampaikan Wahyudi memperkuat gambaran itu. Sektor perdagangan tumbuh 6,39 persen secara year-to-date, sektor akomodasi dan makan-minum tumbuh 10,6 persen, sementara pertanian mencatat pertumbuhan 3,8 persen dalam periode yang sama. Ketiga sektor ini termasuk pengguna solar yang signifikan untuk operasional distribusi dan produksi.

Wahyudi menegaskan BPH Migas terus memantau penyaluran agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Ia menyebut kenaikan konsumsi juga mencerminkan indikasi positif dari sisi aktivitas ekonomi, meski di sisi lain tekanan terhadap kuota dan anggaran subsidi perlu diantisipasi seiring tren yang belum menunjukkan tanda-tanda melambat.

Tag: BPH Migas, solar bersubsidi, biosolar, subsidi BBM, logistik