Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Unilever Ekspansi Rp2,5 Triliun di KEK Sei Mangkei, Sumut Tagih Dampak bagi UMKM dan Tenaga Kerja Lokal

2026-08-27 06:13 WIB · aindari · 👁 792 dibaca

Ekspansi senilai 155 juta dolar AS oleh PT Unilever Oleochemical Indonesia disambut Pemprov Sumut dengan syarat: manfaatnya harus dirasakan masyarakat sekitar kawasan industri.

PT Unilever Oleochemical Indonesia resmi mengembangkan operasional produksi fatty alcohol di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Peresmian pengembangan itu berlangsung Rabu dan dihadiri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Yuliot Tanjung, serta Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya.

Nilai ekspansi ini mencapai 155 juta dolar AS. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan dukungannya, namun Wagub Surya menegaskan bahwa keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya modal atau volume produksi semata. Tolok ukur utama, menurutnya, adalah sejauh mana investasi mampu mendorong kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan industri.

Surya secara khusus mendorong PT Unilever Oleochemical Indonesia dan seluruh investor di KEK Sei Mangkei untuk membuka akses lebih luas bagi pemasok serta penyedia jasa lokal. Pemprov Sumut ingin pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Utara masuk ke dalam rantai pasok industri global yang beroperasi di kawasan tersebut. Keterlibatan UMKM dan tenaga kerja lokal, kata Surya, menjadi kunci agar manfaat ekonomi KEK Sei Mangkei terdistribusi secara inklusif dan merata.

Dari sisi perusahaan, Chief Supply Chain Officer Unilever Willem Uijen menyampaikan proyeksi ambisius. Fasilitas PT Unilever Oleochemical Indonesia secara keseluruhan kini ditargetkan mampu mengirimkan hingga 600.000 ton produk oleokimia ke lebih dari 30 negara, dengan potensi nilai ekspor mencapai 800 juta dolar AS. Willem menyebut pabrik fatty alcohol ini memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen oleokimia bernilai tinggi.

Willem juga menekankan bahwa ekspansi ini bukan sekadar perluasan kapasitas produksi. Perusahaan mengklaim investasi tersebut sekaligus merupakan komitmen terhadap manufaktur rendah karbon berbasis bio-energi sirkular, serta pemberdayaan tenaga kerja dan komunitas lokal di sekitar kawasan.

KEK Sei Mangkei sendiri terus menjadi salah satu kawasan industri strategis di Sumatera Utara. Sebelumnya, Gubernur Sumut menargetkan penyerapan 13.000 tenaga kerja dari kawasan ini. Masuknya ekspansi Unilever diharapkan menjadi salah satu pendorong realisasi target tersebut, sekaligus memperkuat ekosistem industri oleokimia berbasis kelapa sawit yang menjadi keunggulan kompetitif provinsi ini.

Tag: KEK Sei Mangkei, Unilever Oleochemical, investasi Sumatera Utara, oleokimia, UMKM