Cairan Misterius Terdeteksi di Pluto Meski Suhu Mencapai −236 Derajat Celsius
2026-08-28 17:04 WIB · aindari · 👁 687 dibaca

Para peneliti menemukan indikasi keberadaan zat cair di permukaan Pluto, fenomena yang tampak mustahil mengingat suhu ekstrem yang mendekati nol mutlak.
Pluto kembali mengejutkan komunitas ilmiah. Para peneliti menemukan petunjuk adanya benda dalam wujud cair di permukaan planet kerdil itu, meski suhunya tercatat mencapai −236 derajat Celsius — kondisi yang secara umum dianggap jauh melampaui titik beku hampir semua zat yang dikenal.
Temuan ini menjadi salah satu misteri terbaru yang menyelimuti Pluto, benda langit yang sejak lama dipandang sebagai dunia beku tak bernyawa di tepi tata surya. Suhu serendah itu berada sangat dekat dengan nol mutlak, yakni titik terendah yang secara teoretis mungkin dicapai oleh materi, sehingga kehadiran zat cair di sana membutuhkan penjelasan ilmiah yang tidak sederhana.
Para peneliti tengah mengkaji mekanisme apa yang memungkinkan zat tersebut tetap berada dalam fase cair di lingkungan sedingin itu. Salah satu kemungkinan yang lazim diajukan dalam studi benda-benda es di tata surya luar adalah keberadaan campuran kimia tertentu — seperti nitrogen, metana, atau senyawa lain — yang dapat menurunkan titik beku secara signifikan. Namun penjelasan pasti untuk kasus Pluto ini masih dalam tahap penelitian.
Pluto memang telah lama menyimpan kejutan. Sejak wahana antariksa New Horizons milik NASA melakukan lintasan dekat pada 2015, berbagai fitur permukaan yang tidak terduga mulai terungkap — mulai dari dataran luas berbentuk hati yang dikenal sebagai Tombaugh Regio, pegunungan es setinggi ribuan meter, hingga tanda-tanda aktivitas geologis yang menunjukkan planet kerdil ini jauh lebih dinamis dari perkiraan sebelumnya.
Temuan terbaru soal zat cair ini menambah daftar panjang hal-hal yang belum sepenuhnya dipahami tentang Pluto. Bagi para ilmuwan, ini sekaligus membuka pertanyaan lebih luas: jika cairan bisa eksis di lingkungan seekstrem itu, apakah kondisi serupa bisa ditemukan di benda-benda langit dingin lainnya di sabuk Kuiper atau bahkan lebih jauh?
Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi sifat dan komposisi zat yang terdeteksi tersebut. Pluto, yang kini berstatus planet kerdil setelah diturunkan klasifikasinya oleh Persatuan Astronomi Internasional pada 2006, terus membuktikan bahwa dunia-dunia kecil di pinggiran tata surya menyimpan kompleksitas yang tidak kalah menarik dibanding planet-planet besar.
Tag: Pluto, tata surya, astronomi, planet kerdil, sains luar angkasa