Ilmuwan Indonesia Kembangkan Bahan Pemadam Api Berbasis Singkong untuk Atasi Kebakaran Hutan
2026-08-26 17:07 WIB · aindari · 👁 304 dibaca

Peneliti Indonesia menemukan bahwa ekstrak singkong dapat dimanfaatkan sebagai bahan pemadam api, membuka peluang baru dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Sebuah terobosan dari dunia riset Indonesia menarik perhatian di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang setiap tahun. Ilmuwan dalam negeri berhasil mengembangkan bahan pemadam api yang bersumber dari singkong, tanaman umbi yang selama ini lebih dikenal sebagai bahan pangan.
Temuan ini mendapat respons positif dari Presiden Prabowo Subianto, yang mendorong adanya terobosan-terobosan baru dalam penanganan karhutla. Selain metode konvensional seperti waterbombing — pengeboman air dari udara menggunakan helikopter atau pesawat — Prabowo menyebut pendekatan berbasis singkong ini sebagai salah satu inovasi yang patut dikembangkan, bahkan menyebutnya dengan istilah 'ubi bombing'.
Dorongan terhadap inovasi ini muncul di tengah situasi cuaca yang dinilai cukup mengkhawatirkan. Prabowo menyatakan bahwa tahun ini termasuk dalam periode El Niño yang paling kuat, kondisi iklim yang biasanya memicu musim kering berkepanjangan dan meningkatkan risiko kebakaran lahan, terutama di wilayah Sumatra dan Kalimantan.
Di lapangan, aparat keamanan juga bergerak merespons situasi karhutla terkini. Polda Sumatera Selatan bersama TNI dilaporkan menyiapkan pengamanan untuk kunjungan Presiden sekaligus peninjauan langsung kondisi kebakaran di wilayah tersebut, menandakan bahwa persoalan karhutla kini mendapat perhatian serius di tingkat tertinggi pemerintahan.
Penggunaan bahan alami seperti singkong sebagai pemadam api sejalan dengan upaya mencari solusi yang lebih terjangkau dan mudah diakses, mengingat singkong merupakan komoditas yang tumbuh luas di berbagai daerah di Indonesia. Jika dikembangkan lebih lanjut dan terbukti efektif dalam skala besar, inovasi ini berpotensi melengkapi arsenal penanganan karhutla yang selama ini masih sangat bergantung pada peralatan dan metode impor.
Pemerintah juga tengah membahas sumber pendanaan untuk penanganan bencana, termasuk karhutla, sebagai bagian dari kebijakan penanggulangan bencana yang lebih sistematis. Prabowo disebut telah berbicara mengenai dari mana dana bantuan bencana akan digalang, meski rincian lebih lanjut mengenai skema tersebut belum diungkapkan secara spesifik.
Temuan pemadam api dari singkong ini masih perlu melalui serangkaian pengujian dan validasi ilmiah sebelum dapat diterapkan secara luas. Namun kehadirannya memberi sinyal bahwa riset sains terapan Indonesia mulai bergerak menjawab tantangan lingkungan yang nyata dan mendesak.
Tag: karhutla, singkong, pemadam api, inovasi sains, El Niño