Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Sains

Ilusi Supersonik: Mengapa Nyanyian Paus Sirip Terdengar Seperti Melampaui Kecepatan Suara

2026-08-28 17:14 WIB · aindari · 👁 425 dibaca

Suara paus sirip menciptakan fenomena akustik yang seolah bergerak lebih cepat dari kecepatan suara, dan para ilmuwan kini punya penjelasannya.

Paus sirip dikenal sebagai salah satu makhluk paling vokal di lautan, namun nyanyian mereka menyimpan keanehan fisika yang lama membingungkan para peneliti. Suara yang dihasilkan hewan raksasa ini tampak bergerak dengan kecepatan yang melampaui batas kecepatan suara di air — sebuah fenomena yang secara fisika tampak mustahil, namun ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang menarik.

Paus sirip menghasilkan suara berfrekuensi sangat rendah, yang dikenal sebagai infrasonik. Suara-suara ini merambat jauh di dalam lautan dan dapat terdeteksi dari jarak ribuan kilometer. Justru karakteristik gelombang suara berfrekuensi rendah inilah yang menjadi kunci dari ilusi kecepatan supersonik tersebut.

Fenomena ini berkaitan dengan perbedaan antara kecepatan fase dan kecepatan grup gelombang suara. Kecepatan fase adalah kecepatan perambatan pola gelombang itu sendiri, sementara kecepatan grup adalah kecepatan perpindahan energi atau informasi sesungguhnya. Dalam kondisi tertentu di lautan dalam, kecepatan fase gelombang infrasonik dapat melebihi kecepatan suara konvensional, meski energi suara itu sendiri tidak benar-benar bergerak lebih cepat.

Lautan bukan medium yang seragam. Tekanan, suhu, dan salinitas air berubah seiring kedalaman, menciptakan lapisan-lapisan dengan sifat akustik berbeda. Kondisi ini membentuk apa yang disebut saluran SOFAR (Sound Fixing and Ranging), yakni zona di kedalaman tertentu tempat suara terperangkap dan merambat sangat efisien. Di dalam saluran inilah nyanyian paus sirip dapat menempuh jarak luar biasa jauh, sekaligus memunculkan efek kecepatan semu yang tampak supersonik.

Pemahaman atas fenomena ini bukan sekadar urusan fisika teoritis. Nyanyian paus sirip digunakan para ilmuwan sebagai alat untuk mempelajari struktur bawah laut, termasuk aktivitas seismik dan perubahan kondisi oseanografi. Dengan memahami bagaimana suara merambat secara anomali, peneliti dapat memperhalus model akustik bawah laut yang digunakan dalam berbagai kajian ilmiah.

Bagi paus sirip sendiri, kemampuan menghasilkan suara berfrekuensi sangat rendah diduga berperan penting dalam komunikasi jarak jauh antarindividu di tengah luasnya samudra. Fenomena perambatan suara yang unik ini, alih-alih menjadi hambatan, justru mungkin menjadi keuntungan evolusioner yang memungkinkan mereka tetap terhubung satu sama lain.

Tag: paus sirip, akustik laut, infrasonik, kecepatan suara, oseanografi