Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Lebih dari Separuh Miliar Penduduk Tiongkok Kini Berlangganan 5G

2026-08-29 06:07 WIB · aindari · 👁 337 dibaca

Tiongkok mencatat 1,3 miliar pelanggan 5G per akhir Juli 2025, melampaui 70 persen dari total pengguna seluler nasional.

Penetrasi jaringan 5G di Tiongkok menembus tonggak baru. Data resmi Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Tiongkok yang dirilis Jumat (28/8) menunjukkan bahwa pelanggan seluler berbasis 5G telah mencapai 1,3 miliar orang per akhir Juli, setara 70,5 persen dari keseluruhan pelanggan seluler di negara itu.

Angka tersebut dihitung dari basis total 1,85 miliar pelanggan seluler yang tersebar di empat operator telekomunikasi utama Tiongkok, yakni tiga operator besar dan China Broadnet. Artinya, lebih dari tujuh dari sepuluh pengguna ponsel di Tiongkok kini sudah berada di jaringan generasi kelima.

Di sisi infrastruktur, jumlah base transceiver station (BTS) 5G yang beroperasi mencapai 5,15 juta unit hingga akhir Juli. Selama tujuh bulan pertama tahun ini saja, sebanyak 316.000 BTS baru ditambahkan secara neto dibandingkan posisi akhir tahun lalu. Ekspansi ini sejalan dengan klaim pemerintah bahwa jaringan 5G kini telah menjangkau seluruh kawasan perkotaan dan lebih dari 95 persen desa administratif di seluruh wilayah.

Lonjakan infrastruktur turut mendorong konsumsi data. Lalu lintas internet seluler selama periode Januari hingga Juli tercatat sebesar 258,7 miliar gigabita, tumbuh 17,6 persen secara tahunan. Sementara itu, ekosistem Internet of Things (IoT) seluler dari tiga operator utama kini menopang 2,99 miliar perangkat terhubung, bertambah 105 juta unit dibandingkan akhir 2024.

Tren serupa terjadi pada segmen pita lebar tetap. Dari 702 juta pelanggan broadband kabel milik tiga operator utama, sebanyak 260 juta atau 37,1 persen sudah menikmati layanan gigabit — naik 2,6 poin persentase dibanding akhir tahun lalu. Akses jaringan optik gigabit sendiri diklaim telah tersedia di setiap wilayah administratif Tiongkok.

Perkembangan ini merupakan bagian dari agenda besar pemerintah yang dikenal sebagai inisiatif Digital China. Dalam Rencana Lima Tahun ke-15 yang mencakup periode 2026 hingga 2030, Tiongkok menargetkan kontribusi nilai tambah industri inti ekonomi digital mencapai 12,5 persen dari produk domestik bruto (PDB). Dengan fondasi infrastruktur yang diklaim sebagai terbesar di dunia, pemerintah Beijing tampaknya menjadikan dominasi digital sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Tag: 5G, Tiongkok, telekomunikasi, Internet of Things, Digital China