Trump Aktifkan Lagi Pembatasan Kapal Iran di Selat Hormuz
2026-07-14 09:31 WIB · aindari

Donald Trump menyatakan Amerika Serikat kembali membatasi akses kapal terkait Iran di Selat Hormuz dan mengusulkan pungutan 20 persen atas kargo yang dilindungi AS.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pengaktifan kembali kebijakan pembatasan terhadap lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz pada Senin, 13 Juli. Ia juga mengusulkan biaya 20 persen atas kargo yang melintasi jalur strategis itu sebagai kompensasi atas perlindungan keamanan dari AS.
Melalui platform Truth Social, Trump menyampaikan bahwa Selat Hormuz tetap dapat digunakan dan tidak akan ditutup bagi negara lain. Menurut dia, kebijakan yang ia sebut sebagai blokade Iran hanya ditujukan untuk menghentikan kapal atau pelanggan Iran yang hendak masuk maupun keluar dari kawasan tersebut.
Trump menyebut Amerika Serikat akan mengambil peran sebagai penjaga keamanan Selat Hormuz. Ia mengatakan pungutan 20 persen atas seluruh kargo dimaksudkan untuk mengganti biaya yang diperlukan dalam menjaga keselamatan dan keamanan di wilayah yang dianggap rawan konflik. Ia juga menyatakan penerapan kebijakan itu akan dimulai segera.
Tak lama setelah pernyataan Trump, Komando Pusat AS atau CENTCOM menyampaikan melalui akun X bahwa pasukan AS akan melanjutkan blokade terhadap lalu lintas maritim yang menuju atau meninggalkan pelabuhan Iran. Pelaksanaan disebut dimulai pada Selasa pukul 16.00 waktu setempat.
CENTCOM menjelaskan bahwa pembatasan berlaku bagi kapal yang transit ke atau dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran. Pada saat yang sama, pasukan AS tetap mendukung kelancaran pelayaran di perairan regional bagi kapal yang tidak melanggar ketentuan blokade.
Menurut CENTCOM, kebijakan ini merupakan pengaktifan kembali blokade AS terhadap Iran yang sebelumnya berjalan pada 13 April hingga 18 Juni. Dalam periode itu, pasukan AS disebut mengalihkan lebih dari 140 kapal yang mematuhi aturan, menonaktifkan sembilan kapal yang tidak patuh, serta mengizinkan lebih dari 50 kapal komersial pengangkut bantuan kemanusiaan melintas.
Blokade tersebut sempat dihentikan setelah Pakistan memediasi nota kesepahaman antara AS dan Iran pada Juni 2026. Kesepakatan itu direncanakan dilanjutkan dengan perjanjian akhir setelah sedikitnya 60 hari perundingan, termasuk pembahasan mengenai program nuklir Teheran. CENTCOM juga meminta pelaut di Teluk Oman dan jalur menuju Selat Hormuz memantau pemberitahuan navigasi serta menghubungi Angkatan Laut AS melalui kanal 16 VHF bila diperlukan.
Tag: Donald Trump, Selat Hormuz, Iran, Amerika Serikat, CENTCOM