Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Sains

Dari Satelit Mata-mata ke Penjelajah Semesta: Kisah Teleskop Roman NASA

2026-08-29 06:09 WIB · aindari · 👁 973 dibaca

Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman, yang berbasis pada rancangan satelit pengintai militer, kini bersiap mengungkap misteri terbesar alam semesta setelah tiba di hanggar menjelang peluncurannya.

Sebuah instrumen astronomi baru milik NASA tengah menanti giliran meluncur ke orbit. Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman — atau cukup disebut Roman Space Telescope — telah tiba di fasilitas hanggar sebagai bagian dari persiapan akhir sebelum peluncuran. Yang menarik, teleskop ini tidak lahir dari nol: rancangannya berakar pada desain satelit pengintai militer yang kemudian dialihfungsikan menjadi observatorium sains kelas dunia.

NASA menerima cermin utama teleskop ini dari National Reconnaissance Office, badan intelijen yang mengoperasikan satelit mata-mata Amerika Serikat. Cermin berdiameter 2,4 meter itu memiliki ukuran setara cermin Teleskop Hubble, namun dengan teknologi yang lebih mutakhir. Alih-alih memotret permukaan bumi dari orbit, Roman akan mengarahkan pandangannya jauh ke luar, menyisir hamparan kosmik yang belum pernah dipetakan secara menyeluruh.

Keunggulan Roman dibandingkan pendahulunya terletak pada luas bidang pandangnya. Dibandingkan Teleskop Hubble maupun James Webb Space Telescope (JWST), Roman mampu menangkap area langit yang jauh lebih lebar dalam sekali bidik — sekitar 100 kali lebih luas dari Hubble. Kemampuan ini menjadikan Roman sangat efisien untuk survei skala besar yang mustahil dilakukan oleh kedua teleskop sebelumnya.

Misi utama Roman mencakup beberapa agenda ilmiah besar. Salah satunya adalah memetakan distribusi energi gelap dan materi gelap, dua komponen misterius yang diyakini mendominasi isi alam semesta namun belum pernah diamati secara langsung. Selain itu, Roman dirancang untuk mendeteksi ribuan eksoplanet — planet-planet yang mengorbit bintang di luar tata surya kita — serta mempelajari evolusi galaksi dari masa ke masa.

Dengan kemampuan survei yang luas dan resolusi tinggi, Roman diharapkan menghasilkan peta kosmik paling komprehensif yang pernah dibuat. Data yang dikumpulkan berpotensi menjawab pertanyaan mendasar tentang bagaimana alam semesta berkembang sejak Big Bang, mengapa ekspansinya justru semakin cepat, dan apakah ada dunia lain di luar sana yang layak dihuni.

Teleskop ini dinamai untuk menghormati Nancy Grace Roman, astronom perempuan pertama yang menduduki posisi kepala di NASA dan dikenal sebagai "Ibu Hubble" atas kontribusinya dalam mewujudkan teleskop luar angkasa pertama milik badan antariksa tersebut. Penghargaan nama itu mencerminkan warisan ilmiah yang ingin diteruskan oleh misi ini.

Dengan segala persiapan yang telah berjalan, Roman Space Telescope menjadi salah satu proyek astronomi paling ambisius dekade ini — bukti bahwa teknologi yang lahir dari kepentingan militer pun bisa bertransformasi menjadi alat untuk memperluas batas pengetahuan manusia tentang semesta.

Tag: NASA, Teleskop Roman, astronomi, energi gelap, eksoplanet