Investasi Fintech Singapura Capai Level Terendah dalam Hampir Satu Dekade pada Paruh Pertama 2026
2026-08-29 06:14 WIB · aindari · 👁 885 dibaca

Total investasi fintech Singapura anjlok lebih dari dua pertiga dibanding periode yang sama tahun lalu, mencerminkan selektivitas investor global yang semakin ketat.
Singapura mencatat kinerja investasi sektor teknologi keuangan terlemah dalam hampir sepuluh tahun terakhir. Sepanjang paruh pertama 2026, sektor fintech negara itu hanya berhasil menarik dana lebih dari 499 juta dolar AS melalui 53 kesepakatan — turun drastis dibandingkan sekitar 1,45 miliar dolar AS dari 97 kesepakatan pada periode yang sama di 2025.
Laporan Pulse of Fintech H1 2026 yang dirilis KPMG pada Kamis (27/8) menyebut capaian ini sebagai paruh pertama paling lesu yang dialami Singapura dalam hampir satu dekade. Penurunan terjadi baik dari sisi nilai total investasi maupun jumlah transaksi yang berhasil ditutup.
Di antara berbagai segmen, kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin tampil sebagai area paling aktif. Keduanya tercatat dalam 18 dari total 53 kesepakatan yang terjadi, dengan nilai investasi yang diungkapkan mencapai 365,9 juta dolar AS — menjadikannya kontributor terbesar secara nominal. Sementara itu, pembayaran lintas perbatasan, yang selama ini menjadi salah satu keunggulan Singapura, membukukan tiga kesepakatan senilai total 332 juta dolar AS. Aset digital dan mata uang kripto tetap mendominasi dari sisi jumlah transaksi, meski nilai masing-masing kesepakatan di segmen ini terbilang kecil.
Antony Ruddenklau, mitra dan kepala jasa keuangan KPMG di Singapura, menilai tren ini bukan fenomena lokal semata. Menurutnya, kondisi Singapura mencerminkan pergeseran perilaku investor di tingkat global, di mana modal kini cenderung dikonsolidasikan pada sejumlah kecil platform berskala besar yang diyakini memiliki prospek kuat, berbeda dari pola pendanaan yang lebih menyebar pada tahun-tahun sebelumnya.
Meski demikian, Ruddenklau menegaskan bahwa fondasi Singapura sebagai pusat fintech regional tetap kokoh. Ekosistem regulasi yang dipercaya, jaringan konektivitas lintas batas yang luas, serta rekam jejak di bidang pembayaran dan aset digital disebut sebagai faktor yang terus menopang posisi strategis negara itu di tengah tekanan investasi global.
Data ini dirilis bersamaan dengan laporan KPMG yang lebih luas mengenai kondisi fintech global, yang secara umum menggambarkan lingkungan pendanaan yang semakin konservatif pasca era ekspansi agresif beberapa tahun lalu.
Tag: fintech, investasi, Singapura, KPMG, kecerdasan buatan