Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

AS Klaim Kuasai 65 Miliar Barel Cadangan Minyak Venezuela, Delapan Bulan Setelah Maduro Lengser

2026-08-29 13:31 WIB · aindari · 👁 461 dibaca

Washington mengumumkan penguasaan atas sebagian besar cadangan minyak Venezuela senilai puluhan miliar barel, menyusul jatuhnya pemerintahan Nicolas Maduro.

Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka kini menguasai sekitar 65 miliar barel cadangan minyak Venezuela, langkah yang datang sekitar delapan bulan setelah pemerintahan Nicolas Maduro berhasil digulingkan. Pengumuman ini menjadi salah satu pernyataan paling signifikan terkait sumber daya energi Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir.

Presiden Donald Trump menjadi figur sentral di balik pengumuman tersebut, menyatakan bahwa Amerika Serikat mengambil alih kendali atas sebagian cadangan minyak raksasa yang selama ini berada di bawah kendali Caracas. Venezuela sendiri dikenal memiliki cadangan minyak terbesar di dunia secara resmi, menjadikan penguasaan atas aset energi ini bernilai strategis dan ekonomis yang luar biasa besar.

Yang menarik perhatian publik adalah klaim bahwa penguasaan ini dilakukan tanpa biaya — setidaknya demikian yang dilaporkan sejumlah media. Jika benar, ini berarti Washington memperoleh akses ke salah satu cadangan hidrokarbon terbesar di planet ini tanpa mengeluarkan kompensasi langsung yang signifikan, sebuah perkembangan yang berpotensi mengubah peta geopolitik energi global.

Pengumuman ini juga berdampak pada sentimen pasar. Saham Halliburton, perusahaan jasa energi dan perminyakan asal Amerika Serikat, dilaporkan mengalami kenaikan menyusul berita tersebut. Ini mencerminkan ekspektasi pelaku pasar bahwa perusahaan-perusahaan energi AS berpeluang terlibat langsung dalam eksplorasi maupun operasi produksi di ladang-ladang minyak Venezuela ke depan, meski realisasinya masih bergantung pada banyak faktor teknis dan politik.

Venezuela selama bertahun-tahun berada di bawah tekanan sanksi ekonomi Amerika Serikat, yang turut melumpuhkan kapasitas produksi minyaknya. Jatuhnya Maduro membuka babak baru dalam hubungan kedua negara, dan pengumuman soal cadangan minyak ini tampaknya menjadi salah satu buah pertama dari perubahan kekuasaan tersebut — setidaknya dari sudut pandang Washington.

Sejauh ini belum ada rincian resmi yang memadai mengenai mekanisme hukum maupun perjanjian konkret yang menjadi dasar klaim penguasaan tersebut. Pertanyaan soal bagaimana skema kendali ini bekerja di lapangan, siapa mitra lokal yang terlibat, serta bagaimana posisi pemerintah Venezuela yang baru dalam kesepakatan ini, masih belum terjawab secara terbuka.

Tag: Venezuela, Minyak Bumi, Donald Trump, Geopolitik Energi, Nicolas Maduro