Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Banjir dan Longsor di Perbatasan Nepal-Tibet Tewaskan Ratusan, 1.400 Lebih Masih Hilang

2026-08-28 10:01 WIB · aindari · 👁 684 dibaca

Bencana banjir bandang dan longsor yang diduga dipicu runtuhnya gletser menghantam kawasan perbatasan Nepal dan Daerah Otonom Tibet China, merenggut lebih dari 390 nyawa dan menyisakan lebih dari 1.400 orang tak diketahui keberadaannya.

Bencana alam skala besar melanda kawasan pegunungan di sepanjang perbatasan Nepal dan Daerah Otonom Tibet, China. Otoritas kedua wilayah mengonfirmasi pada Kamis bahwa korban tewas gabungan telah melampaui 390 orang, sementara lebih dari 1.400 lainnya masih dalam pencarian. Tim penyelamat terus bekerja sehari setelah bencana terjadi.

Analisis citra satelit yang dilakukan Hidenori Watanabe, profesor dari Universitas Tokyo, menunjukkan bahwa sebagian gletser berukuran sekitar satu kilometer lebar dan dua kilometer panjang kemungkinan runtuh dan meluncur sekitar 1,2 kilometer hingga mencapai dasar lembah. Runtuhan itu diduga menjadi pemicu utama banjir bandang dan longsor yang kemudian menghantam permukiman serta infrastruktur di sekitarnya.

Di sisi Nepal, Sungai Bhotekoshi di wilayah pegunungan Rasuwa meluap dan merusak rumah-rumah warga serta sejumlah infrastruktur, termasuk sebuah pembangkit listrik tenaga air. Sementara dari sisi China, kantor berita Xinhua melaporkan tiga orang tewas dan lebih dari 550 lainnya belum diketahui keberadaannya setelah longsor menerjang Shigatse, salah satu kota besar di Tibet.

Bencana ini turut menelan korban dari kalangan wisatawan mancanegara. Otoritas pariwisata Nepal menyebutkan bahwa di antara mereka yang hilang terdapat warga negara asing dari lebih dari 30 negara, mencakup India, Malaysia, Ukraina, dan Amerika Serikat. Salah satu yang menarik perhatian adalah sebuah keluarga asal Jepang beranggotakan lima orang, termasuk anak-anak, yang diduga tengah melakukan perjalanan wisata dan masuk ke Nepal melalui wilayah China.

Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu telah meminta otoritas Nepal untuk memprioritaskan pencarian keluarga tersebut. Di tingkat pemerintahan, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, dan Perdana Menteri Nepal Balendra Shah, sekaligus berharap proses pemulihan bagi para korban dapat berlangsung secepatnya.

Bencana ini menyoroti kerentanan kawasan pegunungan Himalaya terhadap ancaman banjir yang dipicu pencairan atau runtuhnya gletser, sebuah fenomena yang semakin sering dikaitkan dengan perubahan iklim. Upaya pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di tengah kondisi medan yang sulit di kawasan perbatasan tersebut.

Tag: Nepal, Tibet, banjir bandang, longsor, gletser