Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Waymo Sindir Pendekatan Tesla: Kamera Saja Tak Cukup untuk Mobil Otonom

2026-08-31 17:13 WIB · aindari · 👁 775 dibaca

Raksasa taksi swakemudi Waymo menegaskan bahwa data dari 320 juta kilometer perjalanan nyata membuktikan kamera tunggal tidak memadai untuk otonomi penuh — sebuah kritik yang secara implisit menyasar strategi Tesla.

Waymo, perusahaan taksi swakemudi yang lahir dari proyek Google, melontarkan kritik terselubung terhadap pendekatan teknologi Tesla dalam mengembangkan kendaraan otonom. Melalui sebuah tulisan di blog resmi perusahaan, Wakil Presiden Perangkat Lunak Onboard Waymo, Srikanth Thirumalai, berargumen bahwa mengandalkan kamera sebagai satu-satunya sumber data tidak cukup untuk menjamin keselamatan di jalan raya.

Thirumalai menyebut pengalaman operasional Waymo sejauh lebih dari 320 juta kilometer di dunia nyata sebagai bukti konkret. Menurutnya, pengoperasian kendaraan yang benar-benar otonom dalam skala besar membutuhkan kombinasi sensor — bukan hanya kamera, melainkan juga LiDAR dan radar. Kamera memang berguna untuk membaca rambu jalan dan mendeteksi warna lampu lalu lintas, namun LiDAR mampu membangun model tiga dimensi lingkungan sekitar dengan presisi hingga skala milimeter, sementara radar dapat menembus kondisi hujan lebat maupun kabut tebal.

Meski tidak menyebut nama Tesla secara langsung, arah kritik Thirumalai cukup jelas. Tesla selama ini dikenal membangun sistem swakemudi berbasis kamera, dan tengah mengembangkan layanan robotaxi dari sistem bantuan pengemudi yang sudah ada — sebuah jalur yang menurut eksekutif Waymo itu lebih rendah dibanding pendekatan mereka. Thirumalai menegaskan bahwa otonomi sejati baru teruji ketika sistem sepenuhnya menanggung konsekuensi setiap keputusan di jalan, bukan sekadar melalui simulasi atau pengawasan manusia.

Perbedaan kematangan kedua perusahaan terlihat dari data yang dilaporkan pada 2025: Tesla mencatat satu tabrakan per 100.000 kilometer dalam uji coba robotaxi-nya, sedangkan Waymo mencatat angka yang jauh lebih baik, yakni sekitar satu tabrakan per 160.000 kilometer. Namun perbandingan ini perlu dicermati dengan hati-hati — kedua perusahaan beroperasi dalam kondisi dan tahap pengujian yang berbeda, dan program robotaxi Tesla sendiri masih dalam tahap awal. Uji coba Tesla baru dimulai di beberapa kota termasuk Austin, Texas, dan sebagian kendaraannya masih diawasi oleh pengemudi keselamatan. Waymo, sebaliknya, telah mengoperasikan taksi tanpa pengemudi selama beberapa tahun di sejumlah kota Amerika Serikat.

Di Australia, Tesla sudah mulai menyediakan fitur Full Self-Driving Supervised kepada pengguna sejak tahun lalu. Namun regulasi setempat belum mengizinkan kendaraan yang sepenuhnya otonom — seperti armada Waymo — untuk beroperasi di jalan umum. Situasi itu berpotensi berubah dalam waktu dekat, mengingat Waymo diketahui tengah aktif melobi pemerintah Australia agar membuka akses bagi kendaraannya. Persaingan teknologi dan regulasi antara kedua raksasa kendaraan otonom ini tampaknya baru memasuki babak baru.

Tag: Waymo, Tesla, kendaraan otonom, robotaxi, LiDAR