PTPP Garap Jalan Angkut Batu Bara 52 Km di Musi Banyuasin, Kontrak Rp970 Miliar
2026-09-01 06:15 WIB · aindari · 👁 777 dibaca

PTPP memimpin KSO pembangunan jalan hauling batu bara sepanjang 52 kilometer di Sumatera Selatan dengan nilai kontrak hampir satu triliun rupiah.
PT PP (Persero) Tbk atau PTPP ditunjuk sebagai pemimpin kerja sama operasi (KSO) untuk membangun Jalan Hauling Batubara Stage III di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Proyek senilai Rp970 miliar ini mencakup pembangunan jalan angkut sepanjang 52 kilometer beserta sejumlah infrastruktur pendukung. Kontrak proyek telah ditandatangani pada 5 Agustus 2026, dengan masa konstruksi yang ditargetkan rampung dalam 540 hari kalender.
Dalam skema KSO tersebut, PTPP memegang porsi 65 persen. Proyek dijalankan dengan skema design and build, artinya kontraktor bertanggung jawab atas perencanaan teknis sekaligus pelaksanaan konstruksi. Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo menyatakan perseroan berkomitmen memberikan kontribusi terbaik dalam pengerjaan proyek ini.
Jalan hauling ini dirancang untuk memperlancar distribusi batu bara dari area konsesi tambang menuju titik bongkar atau pelabuhan. Selain badan jalan sepanjang 52 kilometer, lingkup pekerjaan turut mencakup pembangunan struktur seperti overpass, box culvert, dan box underpass. Keberadaan jalur khusus ini diharapkan menyediakan rute transportasi darat yang lebih efisien dan aman, sekaligus memperkuat rantai pasok energi di wilayah Sumatera Selatan.
Dalam pelaksanaannya, PTPP berencana memanfaatkan sejumlah teknologi konstruksi modern. Pemetaan lahan akan dilakukan menggunakan drone dan teknologi Light Detection and Ranging (LiDAR). Perseroan juga akan menerapkan digitalisasi inspeksi kualitas, kesehatan, keselamatan, dan lingkungan (QHSE), pemantauan logistik berbasis kode batang, serta sistem pemantauan kemajuan pekerjaan secara waktu nyata. Teknologi Building Information Modeling (BIM), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR), dan dasbor proyek terintegrasi turut direncanakan untuk mendukung efektivitas dan keterukuran konstruksi.
Meski demikian, PTPP mengakui proyek ini tidak lepas dari tantangan. Lokasi proyek yang berada di area terpencil dengan rute panjang menjadi kendala tersendiri, terutama dalam hal sistem komunikasi dan keselamatan selama masa konstruksi. Perusahaan menyebut penerapan prosedur keselamatan dan pengendalian kualitas pekerjaan menjadi prioritas untuk menghadapi kondisi tersebut.
Joko Raharjo menegaskan bahwa pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki PTPP, dikombinasikan dengan pemanfaatan inovasi teknologi, menjadi landasan optimisme perseroan dalam menyelesaikan proyek ini tepat waktu dengan standar kualitas dan keselamatan kerja yang tinggi. Proyek jalan hauling batu bara di Musi Banyuasin ini menjadi salah satu kontrak signifikan PTPP di sektor infrastruktur energi pada pertengahan 2026.
Tag: PTPP, jalan hauling batu bara, Musi Banyuasin, infrastruktur energi, konstruksi BUMN