Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Nvidia Akuisisi Hugging Face Senilai Rp228 Triliun, Jamin Platform Tetap Terbuka

2026-09-04 17:03 WIB · aindari · 👁 602 dibaca

Raksasa semikonduktor AS itu mengumumkan kesepakatan pembelian platform AI Hugging Face dengan nilai sekitar 12,93 miliar dolar AS, sambil berkomitmen menjaga ekosistemnya tetap netral dan terbuka.

Nvidia resmi mengumumkan akuisisi Hugging Face, platform pengembang kecerdasan buatan (AI) yang banyak digunakan komunitas riset dan industri global. Kesepakatan senilai sekitar 12,93 miliar dolar AS atau setara lebih dari Rp228 triliun itu diumumkan langsung oleh CEO Nvidia Jensen Huang melalui unggahan blog perusahaan pada Kamis, 3 September.

Hugging Face bukan nama asing di dunia AI. Platform yang didirikan oleh Clement Delangue, Julien Chaumond, dan Thomas Wolf ini telah menjadi rumah bagi lebih dari 18 juta pengembang, peneliti, dan kreator. Di dalamnya tersimpan lebih dari tiga juta model AI, 500.000 dataset, dan satu juta aplikasi. Lebih dari 200.000 perusahaan memanfaatkan platform ini untuk menemukan, mengevaluasi, menyesuaikan, hingga menerapkan solusi AI dalam operasional mereka.

Salah satu poin yang ditekankan Huang adalah komitmen Nvidia untuk tidak mengubah sifat terbuka Hugging Face pascaakuisisi. Ia menegaskan bahwa penggunaan perangkat keras Nvidia tidak akan menjadi syarat bagi siapa pun yang ingin mengembangkan atau menerapkan model melalui platform tersebut. Hugging Face juga akan tetap mendukung model open-source dan open-weight dari berbagai pengembang, serta mendukung penerapan lintas cloud dan lintas akselerator.

Dari sisi strategis, Nvidia melihat akuisisi ini sebagai peluang untuk memperkuat infrastruktur dan keandalan Hugging Face, termasuk dalam hal keamanan, evaluasi model, serta kapabilitas inferensi. Huang menyebut bahwa jangkauan global dan kemampuan rekayasa Nvidia dapat mendorong platform tersebut ke skala yang lebih besar, tanpa mengorbankan keterbukaan ekosistemnya.

Nvidia sendiri bukan pendatang baru di Hugging Face. Perusahaan itu mengklaim telah merilis lebih dari 500 model dan lebih dari 250 dataset terbuka di platform tersebut, menjadikannya kontributor terbesar untuk data dan model terbuka di Hugging Face hingga saat ini.

Akuisisi ini menandai langkah Nvidia yang semakin dalam ke ranah perangkat lunak dan ekosistem AI, melampaui perannya selama ini sebagai produsen chip grafis dan akselerator komputasi. Dengan menguasai salah satu platform AI paling populer di dunia, Nvidia memposisikan diri tidak hanya sebagai penyedia infrastruktur, tetapi juga sebagai pemain sentral dalam rantai pengembangan AI global.

Tag: Nvidia, Hugging Face, akuisisi, kecerdasan buatan, AI