Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

650 Jiwa Mengungsi Akibat Erupsi Sinabung, BNPB Desak Warga Karo Segera Tinggalkan Zona Bahaya

2026-09-05 09:31 WIB · aindari · 👁 942 dibaca

Status Siaga Gunung Sinabung memaksa ratusan keluarga di Kabupaten Karo meninggalkan rumah, sementara pemerintah daerah mengaktifkan posko dan dapur umum untuk menampung para pengungsi.

Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Sinabung ke Level III atau Siaga mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan imbauan agar warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, segera berpindah ke lokasi yang lebih aman. Status tersebut diberlakukan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyusul letusan besar yang terjadi pada Senin, 31 Agustus, ketika kolom abu terlontar hingga 3.500 meter di atas puncak gunung.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan hal itu dari Jakarta pada Sabtu. Ia menjelaskan bahwa pada Jumat (4/9) sore, petugas pos pemantauan mencatat asap kawah utama berwarna putih tebal masih mengepul setinggi 300 hingga 500 meter dari puncak, menandakan aktivitas gunung belum mereda.

Sebaran abu vulkanik dilaporkan berdampak signifikan terhadap permukiman dan lahan pertanian di tiga desa: Ndokum Siroga dan Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat, serta Desa Payung di Kecamatan Payung. Hingga Jumat (4/9), Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mencatat 208 kepala keluarga atau 650 jiwa telah berstatus pengungsi. Dari jumlah itu, sebanyak 405 jiwa kini ditampung di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

Pemerintah Kabupaten Karo menggerakkan berbagai unsur untuk menangani situasi darurat ini. BPBD, Satpol PP, TNI, dan Polri bersama-sama mensterilkan kawasan zona bahaya termasuk Danau Lau Kawar, sekaligus melakukan penyiraman debu di pusat Kota Berastagi. Hasil patroli memastikan kawasan tersebut tidak lagi dimasuki pengunjung. Desa Payung sendiri ditetapkan dalam kondisi siaga dan disiapkan untuk evakuasi susulan apabila aktivitas erupsi kembali meningkat.

Layanan kebutuhan dasar pengungsi turut diaktifkan, mencakup dapur umum yang beroperasi tiga kali sehari, penyediaan air bersih, serta distribusi masker guna menekan risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu. Pemerintah juga menyesuaikan kegiatan belajar mengajar siswa SD Negeri 040475 Tiga Serangkai agar tetap berlangsung di lokasi pengungsian. Sementara itu, pelajar SMP dari Desa Payung yang bersekolah di luar desa mendapat layanan antar-jemput dari Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karo selama kondisi darurat berlangsung.