Semeru Meletus Setinggi 1.000 Meter, Kebakaran Hutan Turut Meluas di Lereng Gunung
2026-09-06 09:31 WIB · aindari · 👁 871 dibaca

Gunung Semeru erupsi pada Minggu pagi dengan kolom abu mencapai 4.676 meter di atas permukaan laut, sementara kebakaran hutan yang belum padam kian meluas hingga lebih dari 3.000 hektare.
Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan. Pada Minggu pagi pukul 07.51 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu melontarkan kolom letusan setinggi 1.000 meter di atas puncak Mahameru, atau setara 4.676 meter di atas permukaan laut.
Pertugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyebutkan kolom abu yang terbentuk berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur. Erupsi tersebut terekam pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan berlangsung selama 102 detik.
Saat ini status Gunung Semeru berada pada Level III atau Siaga. Dengan kondisi itu, warga diminta tidak beraktivitas di luar ruangan, khususnya di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan dalam radius 13 kilometer dari puncak. Selain itu, zona larangan aktivitas juga berlaku hingga 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, mengingat potensi sebaran awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
Ancaman lontaran batu pijar juga menjadi perhatian. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak gunung. Sigit mengingatkan warga untuk mewaspadai bahaya awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sejumlah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, yakni Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungai dari Besuk Kobokan.
Di luar ancaman erupsi, kondisi di Semeru diperparah oleh kebakaran hutan yang hingga Minggu pagi belum berhasil dipadamkan dan justru terus meluas. Data dari Taman Nasional Bromo, Tengger, Semeru (TNBTS) mencatat luas hutan yang terdampak kebakaran telah melampaui 3.000 hektare. Balai Besar TNBTS pun telah menutup seluruh jalur pendakian menuju Semeru akibat kombinasi kebakaran hutan dan lahan di lereng gunung tersebut.
Dua bencana yang terjadi bersamaan ini menempatkan kawasan Semeru dalam kondisi darurat ganda — ancaman vulkanik dari dalam gunung dan kebakaran yang menggerus tutupan hutan di lerengnya. Warga di sekitar kawasan diminta terus memantau informasi resmi dan mengikuti arahan petugas.
Tag: Gunung Semeru, erupsi, kebakaran hutan, Lumajang, TNBTS