Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Tiga Desa Terpencil di Kutai Timur Akan Terang lewat Panel Surya Komunal pada 2027

2026-09-09 17:01 WIB · aindari · 👁 427 dibaca

Kutai Timur menargetkan tiga desa yang tak terjangkau jaringan listrik konvensional mendapat pasokan energi dari PLTS komunal paling lambat 2027.

Tiga desa di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur, yang selama ini belum menikmati listrik dari jaringan kabel konvensional akan mendapat solusi energi berbasis tenaga surya. Pemerintah Kabupaten Kutim menetapkan target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) komunal di ketiga desa tersebut rampung pada 2027.

Ketiga desa yang dimaksud adalah Desa Pulau Miang, Desa Sandaran, dan Desa Tanjung Mangkalihat. Hal itu disampaikan Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Kabupaten Kutim, Deky Hermawan, di Sangatta, Rabu. Letak geografis ketiga desa yang sulit dijangkau menjadi alasan utama mengapa jaringan listrik utama belum bisa masuk ke sana.

Data kelistrikan Kutim per Agustus 2026 menunjukkan, dari total 141 desa dan kelurahan yang tersebar di 18 kecamatan, sebanyak 115 desa sudah menikmati aliran listrik PLN selama 24 jam penuh. Sisanya, meski jaringan PLN sudah masuk, distribusi energinya belum berlangsung sepanjang hari. Desa-desa tersebut mencakup wilayah mulai dari kawasan perkotaan Sangatta Utara dan Selatan hingga Teluk Pandan, Bengalon, Kaliorang, Kaubun, dan kecamatan-kecamatan lain yang lebih jauh ke pedalaman.

Untuk desa-desa yang belum terlayani jaringan kabel, PLN merencanakan penyediaan listrik melalui PLTS komunal sebagai sistem energi mandiri berbasis surya. Selain itu, tersedia pula opsi pembangkit alternatif berupa Alat Penggerak Diesel Listrik (APDAL) bagi wilayah yang memerlukan pendekatan berbeda.

Deky menjelaskan bahwa kondisi elektrifikasi di setiap desa tidak bisa disamaratakan. Sebagian desa sudah menyelesaikan pemasangan kWh meter dan penyambungan pelanggan, sebagian lain masih dalam tahap pembangunan tiang jaringan, sementara beberapa desa baru masuk daftar anggaran 2026 setelah melalui proses survei terlebih dahulu.

Pemerintah Kabupaten Kutim menyatakan terus berkoordinasi dengan PLN agar jangkauan listrik semakin luas, khususnya ke desa-desa yang masih dalam proses pengerjaan jaringan. Upaya elektrifikasi ini disebut sebagai bagian dari komitmen memperluas pelayanan dasar bagi masyarakat di seluruh penjuru kabupaten.

Deky berharap kombinasi antara jaringan PLN dan pembangkit mandiri berbasis surya dapat memastikan setiap permukiman, termasuk desa-desa terpencil yang selama ini menunggu giliran, akhirnya mendapatkan akses listrik secara bertahap namun pasti.

Tag: PLTS komunal, Kutai Timur, elektrifikasi desa, energi surya, Kalimantan Timur