Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

Menag Sebut Harmony in Diversity Award Perkuat Pesan Kemanusiaan di Asia Tenggara

2026-07-16 06:02 WIB · aindari

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai Harmony in Diversity Award mendorong dialog, penghormatan, dan hidup damai di tengah keberagaman kawasan.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai Harmony in Diversity Award bukan hanya seremoni pemberian penghargaan, melainkan wadah regional untuk menegaskan kembali pentingnya nilai kemanusiaan di Asia Tenggara. Dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Rabu (15/7/2026), ia menyebut keberagaman budaya dan agama di kawasan membutuhkan penguat berupa dialog, saling memahami, dan harmoni sosial.

Menurut Nasaruddin, penghargaan tersebut dapat mendorong lebih banyak tokoh, komunitas, dan organisasi di Asia Tenggara untuk aktif membangun hubungan lintas iman. Ia menekankan bahwa masyarakat majemuk memerlukan ruang perjumpaan yang membuat perbedaan tidak menjadi pemisah, tetapi menjadi dasar untuk memperkuat kehidupan bersama.

Pada penyelenggaraan tersebut, Harmony in Diversity Award diberikan kepada Kardinal Orlando Beltran Quevedo dari Filipina. Ia dinilai memiliki pengabdian panjang dalam mengupayakan perdamaian serta dialog antaragama di Mindanao. Nasaruddin menyampaikan bahwa kerja Kardinal Quevedo memperlihatkan perdamaian dapat tumbuh melalui kepedulian, rekonsiliasi, dan penghormatan terhadap martabat serta hak dasar manusia.

Patron Harmony in Diversity Award, Halimah Yacob, juga menyoroti gagasan Dialogue of Life. Mantan Presiden Singapura itu memaknai harmoni sebagai sesuatu yang dibangun lewat relasi sehari-hari antarwarga dari agama dan komunitas berbeda. Ia menilai penerima penghargaan mengingatkan publik bahwa tindakan sederhana seperti mendengar, menghormati, dan menjembatani perbedaan memiliki arti besar bagi perdamaian sosial.

Sebelum menghadiri acara, Halimah mengunjungi Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta. Ia melihat fasilitas itu sebagai lambang hubungan antarumat beragama sekaligus cerminan komitmen Indonesia dalam memperkuat pengertian bersama dan hidup berdampingan secara damai. Halimah juga mengingatkan bahwa harmoni tidak bisa dianggap otomatis bertahan, karena setiap generasi perlu menjaganya secara sadar.

Harmony in Diversity Award diselenggarakan oleh Temasek Foundation bersama 5P Global Movement. Program ini memberi apresiasi kepada individu di Asia Tenggara yang dinilai memiliki kontribusi menonjol dalam merawat harmoni di tengah masyarakat dengan latar budaya yang beragam. Penyelenggaraan perdana penghargaan tersebut diawali proses nominasi regional dengan lebih dari 70 usulan dari berbagai negara Asia Tenggara, menunjukkan banyaknya pihak yang bekerja menjaga kerukunan di komunitas masing-masing.

Acara di Jakarta itu turut dihadiri Executive Director and Chief Executive Officer Temasek Foundation Ng Boon Heong serta Pendiri 5P Global Movement M. Arsjad Rasjid. Mantan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga hadir sebagai anggota dewan juri dalam ajang tersebut.

Tag: Menteri Agama, Harmony in Diversity Award, kerukunan umat beragama, Asia Tenggara, Nasaruddin Umar