Helikopter Caracal Siaga, Lima Titik Rawan Karhutla di Penyangga IKN Jadi Sasaran Water Bombing
2026-09-05 17:08 WIB · aindari · 👁 1,3rb dibaca

OIKN bersama BNPB dan TNI AU menggelar operasi pembasahan udara di lima lokasi kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara yang dinilai berisiko tinggi terbakar selama musim kemarau.
Kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur kini menjadi arena operasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari udara. Otorita IKN (OIKN) menetapkan lima titik lokasi sebagai sasaran pembasahan melalui pengeboman air atau water bombing, menyusul meningkatnya risiko kebakaran yang terdeteksi di sejumlah area penyangga ibu kota baru tersebut.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna A. Safitri, menyebutkan lokasi pertama yang menjadi prioritas adalah area Bukit Tengkorak di dalam kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Selain itu, operasi juga diarahkan ke sepanjang kawasan Bukit Merdeka hingga Teluk Dalam di jalur penghubung Samarinda–Balikpapan. Wilayah Wonotirto menuju Tanjung Harapan turut masuk dalam daftar sasaran, mengingat kawasan tersebut merupakan area rawa gambut yang saat ini sedang dalam kondisi mengering dan rentan terbakar.
Myrna menjelaskan bahwa seluruh area target memiliki vegetasi campuran dengan kontur berbukit. Kondisi geografis seperti itu membuat operasi pemadaman dari udara jauh lebih efektif dan aman dibandingkan mengerahkan personel darat yang harus melewati jalur pejalan kaki di medan berat.
Dalam pelaksanaan operasi ini, OIKN menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI Angkatan Udara. Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Manajemen dan Strategi Konstruksi, Danis H Sumadilaga, mengungkapkan bahwa TNI AU menyiagakan satu unit Helikopter Caracal yang berbasis di Pangkalan Udara Dhomber, Balikpapan. Helikopter tersebut mampu membawa kantong air berkapasitas dua ton atau setara 2.000 liter dalam satu kali penerbangan.
Menurut Danis, operasi ini tidak hanya bertujuan memadamkan titik api yang sudah ada, tetapi juga membasahi lahan di sekitarnya agar api tidak merambat lebih jauh. Langkah pembasahan ini dinilai krusial, terutama karena kondisi arah angin di lapangan kerap berubah-ubah dan dapat mempercepat penyebaran api ke area yang belum terdampak.
OIKN memastikan pemantauan terhadap titik-titik rawan karhutla akan terus diintensifkan sepanjang periode musim kemarau. Data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta laporan petugas lapangan akan menjadi acuan utama dalam menentukan koordinat pembasahan berikutnya, khususnya apabila indikator risiko seperti suhu harian dan kecepatan angin menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Tag: IKN, karhutla, water bombing, Kalimantan Timur, OIKN