Zulhas: Keracunan MBG Bukan Karena Dapur, Tapi Kelalaian SPPG saat Distribusi
2026-09-06 06:02 WIB · aindari · 👁 1,2rb dibaca

Menteri Zulkifli Hasan menyebut kelalaian satuan pelayanan pemenuhan gizi sebagai biang kerok keracunan massal program Makan Bergizi Gratis, bukan kesalahan dapur produksi.
Pemerintah menegaskan bahwa insiden keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan disebabkan oleh proses memasak di dapur, melainkan kelalaian yang terjadi pada tahap distribusi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pernyataan itu disampaikan oleh Menteri Koordinator Zulkifli Hasan, yang dikenal dengan sapaan Zulhas, merespons serangkaian kasus keracunan yang mencuat belakangan ini.
Menurut Zulhas, masalah utama terletak pada penanganan makanan setelah keluar dari dapur produksi. Proses distribusi yang tidak sesuai standar diduga menjadi titik kritis yang memicu kontaminasi atau kerusakan makanan sebelum sampai ke tangan penerima manfaat. Ia menekankan bahwa dapur-dapur yang terlibat dalam program ini tidak bisa serta-merta disalahkan atas kejadian tersebut.
Kasus keracunan yang mencuat salah satunya terjadi di Sidoarjo, yang disebut menyimpan sejumlah persoalan di balik insiden tersebut. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan telah menyerahkan proses hukum kepada kepolisian untuk menindaklanjuti kasus ini secara resmi. Langkah itu menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya menangani persoalan ini secara administratif, tetapi juga membuka ruang pertanggungjawaban hukum.
Di sisi evaluasi, Zulhas menyampaikan bahwa proses peninjauan menyeluruh terhadap program MBG membutuhkan waktu sekitar dua bulan. Evaluasi ini mencakup mekanisme distribusi, pengawasan SPPG, serta standar operasional yang berlaku di lapangan. Pemerintah tampaknya ingin memastikan perbaikan dilakukan secara sistematis, bukan sekadar respons sesaat terhadap insiden yang sudah terjadi.
Dukungan terhadap langkah evaluasi juga datang dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia itu menyatakan mendukung upaya perbaikan MBG dengan syarat pengelolaan program ke depan dilakukan dengan integritas yang lebih tinggi. PBNU menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan bertanggung jawab agar program strategis nasional ini tidak terus diwarnai masalah.
Insiden keracunan massal ini menjadi ujian serius bagi keberlangsungan program MBG yang digadang-gadang sebagai salah satu prioritas pemerintahan saat ini. Sorotan publik terhadap standar keamanan pangan dalam program tersebut semakin tajam, dan tekanan untuk memperbaiki sistem distribusi serta pengawasan lapangan kini berada di pundak BGN dan kementerian terkait.
Tag: MBG, keracunan makanan, Badan Gizi Nasional, Makan Bergizi Gratis, SPPG