Bogor Tata UMKM di Kawasan Car Free Day, Wajib Terdaftar dan Patuh Jam Operasional
2026-09-06 17:13 WIB · aindari · 👁 587 dibaca

Pemkot Bogor menyiapkan aturan bagi pedagang UMKM di kawasan HBKB Jalan Jenderal Sudirman agar tidak menggeser fungsi utama ruang publik tersebut.
Pemerintah Kota Bogor berencana memperketat tata kelola pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) Jalan Jenderal Sudirman. Langkah ini diambil agar kegiatan ekonomi warga tetap bisa berlangsung tanpa mengorbankan kenyamanan ruang publik yang menjadi tujuan utama program tersebut.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyampaikan hal itu seusai HBKB kembali digelar pada Minggu (6/9), setelah sempat vakum. Kegiatan berlangsung mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB. Menurut Jenal, kehadiran UMKM sejatinya bisa memperkuat daya tarik HBKB bagi masyarakat, namun harus diimbangi dengan regulasi yang tegas agar tidak menimbulkan masalah baru.
Salah satu aturan yang disiapkan adalah kewajiban pendaftaran. Seluruh pedagang yang ingin berjualan di kawasan HBKB harus tercatat di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (Dinkukmdagin) Kota Bogor. Proses kurasi ini dinilai penting agar jumlah dan jenis pedagang tetap terkendali serta selaras dengan karakter HBKB sebagai ruang olahraga dan aktivitas warga.
Selain soal pendaftaran, pembatasan jam operasional menjadi perhatian utama. Jenal menegaskan pedagang hanya boleh berjualan selama HBKB berlangsung dan harus menghentikan aktivitasnya begitu kegiatan usai pukul 09.00 WIB. Ia khawatir tanpa aturan yang jelas, pedagang bisa terus bertahan hingga sore atau malam hari, yang justru mengubah fungsi kawasan tersebut. Para pedagang juga diminta bertanggung jawab membersihkan sendiri area berjualan mereka setelah HBKB berakhir.
Jenal mengakui pelaksanaan hari pertama setelah HBKB dibuka kembali belum seramai periode sebelumnya. Waktu sosialisasi kepada masyarakat yang relatif singkat disebut sebagai penyebab utamanya. Meski begitu, ia optimistis animo warga akan pulih seiring berjalannya waktu, baik untuk berolahraga maupun memanfaatkan produk yang ditawarkan pelaku UMKM.
Lebih jauh, Jenal mendorong agar konsep HBKB tidak hanya terpusat di kawasan Jalan Sudirman. Ia berharap kegiatan serupa kelak bisa diselenggarakan di setiap kecamatan di Kota Bogor, sehingga peluang bagi UMKM untuk memasarkan produk mereka lebih merata dan menjangkau warga di berbagai wilayah, bukan hanya di pusat kota.
Tag: UMKM, HBKB Bogor, Car Free Day, Pemkot Bogor, ekonomi lokal