Luwu Mulai Kembangkan Aren Genjah untuk Perkebunan dan Konservasi
2026-07-16 17:02 WIB · aindari

Pemkab Luwu memulai penanaman aren genjah di Dusun Pandoso sebagai upaya memperkuat komoditas bernilai ekonomi sekaligus mendukung penghijauan.
Pemerintah Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, mulai mendorong pengembangan aren genjah melalui penanaman perdana di Dusun Pandoso. Kegiatan itu dipimpin Bupati Luwu Patahudding dan menjadi awal pemanfaatan tanaman aren sebagai komoditas perkebunan yang dinilai memiliki prospek ekonomi sekaligus fungsi ekologis.
Penanaman tersebut dilakukan di lahan seluas enam hektare milik Kapten Islamuddin. Di lokasi itu, sekitar 2.400 bibit aren genjah disiapkan untuk ditanam. Bibit berasal dari biji asal Medan yang kemudian dibudidayakan secara mandiri di lahan tersebut sebelum masuk tahap penanaman.
Patahudding menilai aren layak dikembangkan karena termasuk tanaman hutan yang dapat digunakan untuk penghijauan dan memiliki nilai jual. Ia berharap budidaya aren genjah tidak berhenti di Desa Tallang Bulawang, tetapi dapat diperluas ke wilayah lain di Kabupaten Luwu. Menurut dia, pengembangan tanaman ini bisa menjadi pilihan usaha baru bagi masyarakat karena hampir semua bagian pohonnya dapat dimanfaatkan.
Untuk memperluas penanaman, pemerintah daerah mendorong para kepala desa membentuk kelompok kebun hutan. Kelompok semacam itu diharapkan dapat membuka akses dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, terutama untuk kebutuhan pengadaan bibit aren genjah.
Pemilik lahan, Kapten Islamuddin, menjelaskan aren genjah memiliki sejumlah keunggulan dibanding aren biasa. Tanaman ini relatif mudah dirawat dan dapat mulai berproduksi sekitar lima hingga enam tahun setelah ditanam, lebih cepat dari aren biasa yang bisa membutuhkan waktu hingga 10 tahun. Posturnya juga lebih pendek, sekitar 2,5 sampai 4 meter, sehingga memudahkan proses perawatan dan penyadapan nira.
Aren atau Arenga pinnata disebut sebagai tanaman endemik Indonesia dengan banyak manfaat ekonomi. Nira dari tanaman ini dapat diolah menjadi gula aren dalam bentuk gula cetak, gula semut, maupun gula cair. Selain itu, bagian akar, batang, kulit, buah, hingga lidi daun juga dapat dimanfaatkan. Setiap tandan bunga aren genjah mampu menghasilkan nira sekitar 12 sampai 15 liter per hari.
Selain peluang usaha, penanaman aren genjah juga memiliki manfaat konservasi. Sistem akar serabutnya yang kuat dinilai membantu menahan erosi dan menjaga cadangan air di dalam tanah. Dengan fungsi ganda tersebut, Pemkab Luwu menempatkan aren genjah sebagai bagian dari agenda pengembangan perkebunan sekaligus penghijauan daerah.
Tag: aren genjah, Luwu, perkebunan, penghijauan, gula aren