Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

15 Ribu Personel dan Ratusan Ribu Liter Air Dikerahkan Atasi Karhutla Kalimantan Barat

2026-09-10 22:31 WIB · aindari · 👁 724 dibaca

BNPB memobilisasi lebih dari 15.000 personel gabungan dan menyiramkan 520.000 liter air dari udara untuk meredam kebakaran hutan dan lahan yang telah memicu krisis kesehatan di Kalimantan Barat.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar operasi penanganan berskala besar. Sebanyak 15.091 personel satuan tugas gabungan diterjunkan ke lapangan, sementara 520.000 liter air dijatuhkan dari udara untuk menekan perluasan api.

Kepala BNPB Suharyanto menyatakan pengerahan masif ini merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang menekankan pentingnya pembasahan lahan dan perlindungan warga dari dampak asap. Instruksi tersebut disampaikan Wapres saat meninjau Posko Penanganan Darurat Karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, bersama Suharyanto.

Desakan untuk bertindak cepat dipicu oleh memburuknya kualitas udara di Kalimantan Barat. Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di wilayah itu telah mencapai level Berbahaya, mengakibatkan 1.337 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan memaksa siswa sekolah menjalani perpanjangan masa belajar dari rumah. Wapres secara khusus meminta BNPB memprioritaskan kawasan sekitar sekolah dalam operasi pemadaman, serta mendorong skema perlindungan bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Di jalur darat, tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat berhasil memadamkan sekitar 155,96 hektare dari total 691,74 hektare lahan yang terbakar. Area terdampak mencakup wilayah Kubu Raya, Mempawah, Ketapang, dan Singkawang, dengan penanganan menggunakan mesin pompa darurat dan teknik pembasahan gambut dalam.

Operasi udara dijalankan secara paralel melalui sembilan helikopter water bombing yang telah melakukan 84 kali penyiraman di kawasan Ketapang. Tiga pesawat operasi modifikasi cuaca (OMC) turut dikerahkan untuk menyemai bahan Natrium Klorida (NaCl) di tujuh kabupaten guna memicu hujan buatan. Suharyanto menegaskan posko OMC berkoordinasi setiap hari dengan BMKG, dan setiap peluang pertumbuhan awan langsung dimanfaatkan untuk penyemaian tanpa penundaan.

Wapres Gibran juga meminta agar rencana pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar tatap muka di daerah terdampak dilakukan dengan koordinasi matang antara pihak sekolah, pemerintah daerah, dan keluarga murid demi memastikan keselamatan dan kesehatan. BNPB menyatakan akan terus memobilisasi logistik dan melengkapi alat pelindung diri bagi petugas lapangan sambil memperketat sinergi lintas instansi di seluruh wilayah terdampak.

Tag: karhutla, Kalimantan Barat, BNPB, kebakaran hutan, ISPA