Trump Akui Tahan Serangan Penuh ke Iran demi Pertimbangan Pemilu Paruh Waktu
2026-09-11 12:01 WIB · aindari · 👁 592 dibaca

Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa faktor pemilihan paruh waktu November menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan skala serangan terhadap Iran.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengakui bahwa keputusannya untuk tidak melancarkan serangan habis-habisan terhadap Iran dipengaruhi oleh jadwal pemilihan paruh waktu yang akan berlangsung pada 3 November. Pengakuan ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Kamis.
Saat ditanya soal desakan agar AS bertindak lebih agresif dalam konflik dengan Iran, Trump mengaitkan pendekatannya yang terukur itu dengan konteks politik dalam negeri. "Yah, mungkin saya tidak melakukan itu karena pemilu," ujarnya, sebagaimana dikutip kantor berita Anadolu.
Terkait prospek konflik, Trump memprediksi perang dengan Iran akan berakhir tidak lama setelah pemungutan suara, meski ia tidak menutup kemungkinan bahwa gencatan atau penyelesaian bisa terjadi lebih cepat dari itu. Ia menggambarkan kondisi Iran saat ini dalam posisi tertekan. "Mereka sudah tertatih-tatih. Mereka sedang dalam masalah besar," kata Trump.
Trump juga merespons pertanyaan soal kemampuan Iran yang masih bisa meluncurkan rudal meski AS diklaim telah menghancurkan sebagian besar kekuatan militernya. Menurutnya, Iran memang masih memiliki sejumlah rudal dan hal itu tidak bisa dihindari sepenuhnya. "Mereka punya banyak, dan mereka masih punya beberapa. Sebagian besar telah dihancurkan, tetapi mereka akan selalu memiliki sejumlah rudal," jelasnya.
Dalam wawancara yang sama, Trump menegaskan tidak menyesali jalannya konflik ini. Ia menyatakan bahwa jika harus mengulang situasi yang sama, ia akan mengambil langkah yang persis sama. Trump juga mengklaim bahwa AS telah berhasil melumpuhkan kemampuan nuklir Iran — sesuatu yang ia nilai sangat krusial. Menurutnya, Iran akan memanfaatkan senjata nuklir tersebut jika masih memilikinya, termasuk untuk mengancam Israel, kawasan Timur Tengah, hingga sejumlah kota di Amerika Serikat.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah eskalasi konflik yang masih berlangsung. Sebelumnya, Iran mengklaim berhasil menangkap kapal selam nirawak milik AS di Selat Hormuz, sementara AS dilaporkan menghancurkan lima kapal tanker Iran menyusul serangan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Dinamika militer dan pernyataan Trump yang mengaitkan strategi perang dengan kalkulasi politik domestik berpotensi mempengaruhi sentimen geopolitik global dalam beberapa pekan ke depan.
Tag: Trump, Iran, Pemilu Paruh Waktu, Konflik AS-Iran, Timur Tengah