Tiga ASN Dinas Pertanian Jayawijaya Gugur Saat Salurkan Bantuan Ternak, Ini Profil Mereka
2026-09-11 17:02 WIB · aindari · 👁 751 dibaca

Aprida Rapi, Alfonsius Albinus Mehan, dan Wili Mbuik tewas ditembak kelompok bersenjata di Distrik Muliama ketika menjalankan tugas penyaluran bantuan ternak kepada warga.
Tiga aparatur sipil negara (ASN) dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, kehilangan nyawa setelah rombongan mereka diserang kelompok bersenjata pada Rabu, 9 September 2026. Serangan terjadi di Distrik Muliama saat mereka dalam perjalanan menuju wilayah Kimbim untuk mendistribusikan bibit dan ternak kepada masyarakat setempat.
Korban pertama adalah Aprida Rapi, 49 tahun, yang menjabat Kepala Bidang Peternakan di Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Perempuan kelahiran Makale, Kabupaten Tana Toraja, itu berdomisili di Wamena dan memimpin rombongan dalam kegiatan penyaluran bantuan tersebut. Ia menjadi salah satu dari tiga pegawai yang tidak berhasil diselamatkan setelah penembakan berlangsung.
Korban kedua, Alfonsius Albinus Mehan, berusia 35 tahun dan berprofesi sebagai dokter hewan di instansi yang sama. Ia berasal dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, dan turut dilibatkan dalam kegiatan penyaluran bantuan pangan serta bibit ternak hari itu. Berdasarkan keterangan kepolisian, jenazah Alfonsius bersama jenazah Aprida sempat berada di Wamena dalam proses penanganan pascakejadian.
Adapun korban ketiga adalah Wili Mbuik, pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang disebut sejumlah laporan media berstatus calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan baru memulai pengabdiannya di wilayah Papua Pegunungan. Wili berasal dari Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, dan turut bertugas bersama rombongan Dinas Pertanian pada hari nahas itu. Ia dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak yang dideritanya.
Di lokasi kejadian, kepolisian menemukan tiga selongsong peluru. Aparat masih mendalami identitas serta motif kelompok yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Penyelidikan terus berjalan untuk mengungkap kronologi lengkap peristiwa ini.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan belasungkawa atas gugurnya ketiga pegawai itu dan menekankan pentingnya jaminan keamanan bagi petugas yang bertugas di daerah rawan konflik. Pemerintah turut mendorong pengusutan tuntas terhadap pelaku penembakan.
Kementerian HAM juga meminta agar kasus penembakan tiga ASN Jayawijaya ini diusut secara serius, sementara Pemerintah Provinsi NTT mengecam keras tindakan kekerasan yang menewaskan warga asal daerah tersebut. Ketiganya meninggal dalam kondisi sedang menjalankan tugas pelayanan publik untuk membantu masyarakat di pedalaman Papua Pegunungan.
Tag: Jayawijaya, Papua Pegunungan, penembakan ASN, kelompok bersenjata, Dinas Pertanian