GAC Group Raih Pengakuan EU WLTP, Jadi Pabrikan China Pertama dengan Lab Terowongan Angin Bersertifikat
2026-09-11 17:12 WIB · aindari · 👁 567 dibaca

Laboratorium terowongan angin GAC mendapat kualifikasi dari TUV SUD, membuka jalan bagi pengujian kendaraan secara mandiri untuk pasar Eropa.
GAC Group mencatatkan tonggak baru dalam industri otomotif China setelah laboratorium terowongan angin miliknya memperoleh EU WLTP Witness Testing Laboratory Qualification Recognition dari TUV SUD, lembaga pengujian dan sertifikasi independen asal Jerman. Dengan pengakuan ini, GAC menjadi produsen otomotif China pertama yang mengoperasikan fasilitas terowongan angin berkualifikasi standar Uni Eropa tersebut.
Proses sertifikasi mencakup evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas fisik, peralatan, kapabilitas teknis, hingga sistem manajemen kualitas laboratorium. GAC Wind Tunnel Laboratory dinyatakan memenuhi persyaratan pengujian berdasarkan Regulation (EU) 2023/443, regulasi Uni Eropa yang mengatur prosedur persetujuan tipe kendaraan ringan terkait emisi, termasuk metode pengukuran hambatan kendaraan atau road load menggunakan terowongan angin.
Dengan status tersebut, data pengujian yang dihasilkan laboratorium ini dapat digunakan untuk mendukung pengajuan EU type approval — persetujuan tipe kendaraan yang wajib dikantongi sebelum sebuah model dipasarkan di Eropa. Kapabilitas ini memungkinkan GAC mengukur road load secara lebih mandiri untuk kendaraan yang dikembangkan bagi pasar global, mencakup lini GAC Trumpchi, GAC AION, dan GAC HYPTEC.
Fasilitas seluas sekitar 4.500 meter persegi itu dibangun selama kurang lebih delapan tahun dan mengintegrasikan tiga jenis pengujian sekaligus: aerodinamika, aeroakustik, dan termodinamika. Sejak mulai beroperasi pada Mei 2024, laboratorium ini telah digunakan untuk menguji sejumlah model, antara lain AION i60, AION N60, HYPTEC HL, HYPTEC A800, dan HYPTEC S600, baik yang sudah diproduksi maupun yang masih dalam tahap pengembangan.
Pengujian aerodinamika memiliki relevansi khusus bagi kendaraan listrik karena berkaitan langsung dengan efisiensi energi dan jarak tempuh. Menurut data GAC, setiap penurunan 0,01 pada koefisien hambatan udara berpotensi menambah jarak tempuh sekitar 5 hingga 10 kilometer, tergantung kondisi dan konfigurasi kendaraan.
Dari sisi bisnis, Director of the Test and Verification Department of GAC Group's Vehicle Development Research Institute, Chen Long, menyebut pengakuan ini akan memperkuat kapasitas riset dan pengembangan mandiri GAC sekaligus mendukung ekspansi global berbagai merek di bawah grupnya. CEO GAC Indonesia Andry Ciu menambahkan bahwa pencapaian ini mencerminkan fondasi pengembangan produk yang semakin kokoh, dan diharapkan dapat memperkuat kepercayaan konsumen Indonesia terhadap kualitas serta efisiensi kendaraan GAC.
Tag: GAC Group, EU WLTP, terowongan angin, kendaraan listrik, otomotif China