KTT BRICS ke-18 di New Delhi Hasilkan Deklarasi Bersama, Serukan Reformasi Tata Kelola Global
2026-09-14 06:11 WIB · aindari · 👁 610 dibaca

Para pemimpin BRICS menyepakati deklarasi bersama di New Delhi yang menekankan multilateralisme, perdamaian, dan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Para pemimpin negara anggota BRICS resmi mengadopsi deklarasi bersama dalam Konferensi Tingkat Tinggi ke-18 yang berlangsung di New Delhi, India, pada Sabtu (12/7). Dokumen yang kemudian disebut Deklarasi New Delhi itu memuat sejumlah komitmen kolektif, mulai dari reformasi tata kelola global hingga penguatan kerja sama budaya antarmasyarakat.
Salah satu poin utama deklarasi adalah desakan agar sistem internasional dan multilateral dibenahi menjadi lebih adil, setara, efektif, representatif, dan akuntabel. Para pemimpin menekankan bahwa proses pengambilan keputusan global harus memberi ruang lebih besar bagi negara-negara berkembang, pasar berkembang, serta negara-negara yang tergolong kurang berkembang — kelompok yang selama ini dinilai kurang terwakili dalam forum-forum internasional.
Dalam deklarasi itu, para pemimpin juga mengecam upaya-upaya sepihak yang dinilai melemahkan lembaga-lembaga multilateral global, termasuk praktik menahan pembayaran kontribusi yang telah ditetapkan secara sengaja. Langkah semacam itu, menurut mereka, berpotensi menghambat pelaksanaan mandat lembaga-lembaga internasional yang seharusnya bekerja untuk kepentingan bersama.
Di bidang perdamaian dan keamanan, para pemimpin menyatakan keprihatinan atas konflik yang masih berlangsung di berbagai penjuru dunia, serta kondisi polarisasi dalam tatanan internasional yang kian mengkhawatirkan. Mereka mendorong penyelesaian sengketa melalui jalur dialog, musyawarah, dan diplomasi, sekaligus menegaskan pentingnya diplomasi preventif dan mediasi — dengan persetujuan pihak-pihak yang terlibat — sebagai instrumen untuk mencegah eskalasi krisis, sejalan dengan Piagam PBB.
Soal ekonomi, deklarasi menyoroti tantangan global yang saling berkaitan dan berpotensi memperlebar kesenjangan pembangunan antarnegara. Para pemimpin menegaskan kembali pentingnya pembangunan berkelanjutan dan pertumbuhan inklusif dalam kerangka agenda PBB. Mereka juga mengakui potensi besar kecerdasan buatan (AI) sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan, meski tidak merinci mekanisme konkret pemanfaatannya.
Di luar isu geopolitik dan ekonomi, deklarasi turut menyerukan penghormatan terhadap keragaman budaya, apresiasi atas warisan budaya, serta dorongan bagi inovasi dan kreativitas. Pertukaran antarmasyarakat dinilai sebagai fondasi penting untuk mempererat pemahaman timbal balik dan kerja sama internasional yang berkelanjutan.
Sebagai penutup, para pemimpin menyampaikan dukungan penuh kepada Tiongkok yang akan memegang presidensi BRICS pada 2027 sekaligus menjadi tuan rumah KTT BRICS ke-19.
Tag: BRICS, KTT New Delhi, tata kelola global, multilateralisme, diplomasi