Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Puskesmas Mandrehe Disiapkan Menjadi Layanan Rawat Inap pada 2026

2026-07-18 06:03 WIB · aindari

Pemprov Sumatera Utara menyiapkan peningkatan kapasitas Puskesmas Mandrehe di Nias Barat agar warga mendapat layanan kesehatan lebih dekat.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyiapkan Puskesmas Mandrehe di Kabupaten Nias Barat untuk naik kapasitas menjadi puskesmas rawat inap pada 2026. Rencana ini diarahkan untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat setempat, terutama warga yang selama ini harus menempuh perjalanan cukup jauh untuk mendapatkan penanganan di rumah sakit.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan rencana tersebut saat meninjau Puskesmas Mandrehe di Nias Barat pada Jumat. Menurut dia, penguatan layanan dilakukan melalui penambahan fasilitas, penyediaan tempat tidur, pembukaan layanan rawat inap, serta pemenuhan tenaga kesehatan. Puskesmas itu dinilai penting karena menjadi fasilitas kesehatan terdekat bagi warga Kecamatan Mandrehe.

Kebutuhan peningkatan layanan muncul karena akses menuju rumah sakit umum daerah dari wilayah tersebut memerlukan waktu sekitar dua jam. Dengan adanya layanan rawat inap di Puskesmas Mandrehe, pasien diharapkan tidak selalu bergantung pada rumah sakit yang lokasinya jauh. Penambahan tempat tidur juga disiapkan agar fasilitas tersebut dapat menangani lebih banyak pasien.

Bobby menjelaskan, pengembangan Puskesmas Mandrehe menjadi kelanjutan dari upaya pemerintah pusat yang telah membangun rumah sakit di Kepulauan Nias. Meski demikian, warga yang tinggal jauh dari ibu kota kabupaten tetap membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih dekat. Karena itu, puskesmas di wilayah tersebut didorong memiliki kemampuan pelayanan yang lebih lengkap.

Untuk mendukung kebutuhan tenaga medis, Pemprov Sumut menyiapkan dokter spesialis melalui jalur pendidikan dan sistem rotasi tenaga kesehatan dari rumah sakit umum daerah. Saat ini, ada dokter yang sedang mengikuti pendidikan spesialis. Sambil menunggu pemenuhan tenaga tersebut, pemerintah daerah menyiapkan pola penugasan bergilir dari RSUD agar pelayanan di Puskesmas Mandrehe tetap berjalan.

Pemprov Sumut juga telah menjalin nota kesepahaman dengan Universitas Sumatera Utara dan Universitas Gadjah Mada. Kerja sama itu mencakup pemberian beasiswa pendidikan dokter spesialis bagi putra-putri Kepulauan Nias. Selain itu, dokter residen dari program pendidikan spesialis dapat ditempatkan secara intensif dan bergilir untuk membantu layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Puskesmas Mandrehe ditargetkan mampu memberikan layanan seperti penyakit dalam, persalinan, kesehatan anak, anestesi, serta tindakan medis lain. Pemerintah Kabupaten Nias Barat juga akan melengkapi sarana pendukung, termasuk alat kesehatan dan alat pemeriksaan kehamilan empat dimensi. Kepala Puskesmas Mandrehe Karsa menyatakan peningkatan kapasitas ini penting karena selama ini sekitar 20 hingga 30 persen pasien harus dirujuk ke RSUD Pratama akibat keterbatasan layanan.

Tag: Puskesmas Mandrehe, Nias Barat, Sumatera Utara, rawat inap, layanan kesehatan