Aman untuk Pendengaran, Pilih TWS atau Earphone Kabel?
2026-07-18 06:11 WIB · aindari

Keamanan perangkat audio lebih banyak ditentukan oleh volume, lama pemakaian, kebersihan, dan dampak lingkungan daripada sekadar bentuk nirkabel atau kabel.
Pilihan antara TWS dan earphone kabel tidak bisa dinilai hanya dari praktis atau tidaknya perangkat. Dari sisi kesehatan pendengaran, faktor utama yang menentukan risiko kerusakan telinga adalah seberapa keras suara diputar dan berapa lama perangkat digunakan. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menekankan bahwa volume dan durasi pemakaian lebih berpengaruh dibanding jenis perangkat audio yang dipakai.
TWS banyak diminati karena ringkas, tidak memakai kabel, dan nyaman dibawa. Namun, bentuknya yang masuk dan menutup telinga cukup rapat dapat membuat sebagian pengguna menaikkan volume saat berada di tempat bising. Kebiasaan ini berisiko memicu gangguan pendengaran akibat paparan suara keras. Meski begitu, sejumlah TWS modern sudah memiliki fitur peredam bising, sehingga suara tetap terdengar jelas tanpa harus menaikkan volume terlalu tinggi.
Earphone kabel memiliki karakter berbeda. Perangkat ini kerap dipilih karena suara dianggap stabil, latensi rendah, dan tidak bergantung pada koneksi nirkabel. Sebagian pengguna merasa karakter audionya lebih alami, sehingga tidak perlu memutar suara terlalu keras. Namun, earphone kabel tetap dapat membahayakan pendengaran bila dipakai dengan volume tinggi dalam waktu lama. WHO menyarankan volume dijaga di bawah 60 persen dari batas maksimal dan penggunaan diberi jeda setelah sekitar 60 menit.
Di luar urusan volume, earphone kabel memiliki beberapa keunggulan tambahan. Perangkat ini tidak memakai baterai internal, sehingga tidak menambah limbah baterai dari proses produksi maupun pembuangan. Pada perangkat nirkabel, baterai lithium-ion berkaitan dengan penggunaan logam seperti lithium, nikel, dan kobalt. Penambangan bahan tersebut dapat berdampak pada lahan, air, hutan, serta emisi karbon; setiap ton lithium yang ditambang disebut dapat menghasilkan hingga 15 ton CO2.
Dari sisi umur pakai, desain earphone kabel cenderung lebih sederhana. Jika dirawat dengan baik, perangkat ini dapat bertahan lebih lama dan lebih mudah diperbaiki, misalnya ketika kabel mengalami kerusakan. Kondisi ini membuatnya berpotensi menghasilkan lebih sedikit sampah elektronik dibanding perangkat nirkabel yang umumnya lebih sulit diperbaiki dan lebih cepat diganti.
Aspek kebersihan juga perlu diperhatikan. TWS yang menempel lama di saluran telinga dan jarang dibersihkan dapat menciptakan kondisi lembap yang mendukung pertumbuhan bakteri atau jamur. Risiko iritasi dan infeksi bisa meningkat bila pengguna tidak menjaga kebersihan perangkat. Earphone kabel dinilai memiliki risiko lebih rendah dalam hal ini, meski kebersihan tetap harus dijaga.
Dengan demikian, TWS maupun earphone kabel bisa digunakan secara aman bila volume dibatasi, durasi pemakaian dikendalikan, dan perangkat dibersihkan. Namun, earphone kabel memiliki nilai tambah dari sisi lingkungan, kemudahan perbaikan, dan risiko iritasi yang lebih rendah. Pilihan paling aman tetap bergantung pada kebiasaan pengguna dalam memakai perangkat audio setiap hari.
Tag: kesehatan telinga, TWS, earphone kabel, pendengaran, sampah elektronik