Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Gaya Hidup

Stoicism Mendadak Viral di Indonesia, Ini Filosofi di Balik Tren Mindfulness Maudy Ayunda

2026-09-16 06:03 WIB · aindari · 👁 383 dibaca

Konten mindfulness yang dibagikan Maudy Ayunda memicu perbincangan luas soal Stoicism, sebuah filosofi kuno yang kini kembali diminati banyak orang.

Nama Stoicism tiba-tiba ramai diperbincangkan di kalangan warganet Indonesia setelah artis dan akademisi Maudy Ayunda membagikan konten bertema mindfulness. Istilah yang sebelumnya lebih akrab di lingkaran akademis ini kini menjadi topik pencarian yang melonjak, memancing rasa ingin tahu publik tentang apa sebenarnya filosofi tersebut.

Stoicism adalah aliran filsafat yang berakar dari Yunani kuno dan berkembang pesat di era Romawi. Inti ajarannya berpusat pada pengendalian diri, ketenangan batin, dan kemampuan membedakan mana hal yang berada dalam kendali kita dan mana yang tidak. Para penganutnya percaya bahwa respons seseorang terhadap situasi jauh lebih penting daripada situasi itu sendiri.

Keterkaitan Stoicism dengan tren mindfulness yang belakangan marak di media sosial bukan tanpa alasan. Keduanya sama-sama menekankan kesadaran penuh terhadap pikiran dan perasaan, serta mendorong seseorang untuk tidak larut dalam kekhawatiran yang berada di luar jangkauannya. Mindfulness sendiri kini banyak dikemas dalam konten digital sebagai cara mengelola stres dan menjaga kesehatan mental di tengah arus informasi yang deras.

Namun, konten mindfulness yang dibagikan Maudy Ayunda tidak sepenuhnya disambut positif. Sejumlah warganet di platform X justru mengkritik dan menghujat konten tersebut, memicu polemik tersendiri yang turut mendorong nama Stoicism semakin banyak dibicarakan. Kronologi perdebatan itu sempat menjadi sorotan berbagai media nasional.

Di sisi lain, diskusi ini juga memunculkan perbandingan antara mindfulness versi Barat dengan konsep serupa dalam tradisi Islam. Beberapa kalangan mengangkat pertanyaan tentang perbedaan dan persamaan antara mindfulness, khusyuk, dan muraqabah — tiga pendekatan yang sama-sama berkaitan dengan kesadaran batin namun berasal dari tradisi yang berbeda.

Mindfulness sendiri juga diperdebatkan fungsinya: apakah ia sebaiknya digunakan untuk menghindari berita buruk, atau justru sebagai bekal untuk menghadapinya dengan lebih tenang. Pertanyaan ini relevan di era ketika paparan terhadap informasi negatif hampir tak terhindarkan setiap harinya.

Meningkatnya minat terhadap Stoicism dan mindfulness mencerminkan kebutuhan nyata masyarakat modern akan cara-cara praktis mengelola tekanan hidup. Terlepas dari kontroversi yang menyertainya, fenomena ini setidaknya membuka percakapan yang lebih luas tentang kesehatan mental dan filosofi hidup di ruang publik Indonesia.

Tag: Stoicism, Mindfulness, Maudy Ayunda, Kesehatan Mental, Gaya Hidup