Basarnas: Pola Pencarian KM Virgo Berubah Tiap Hari, 129 Korban Masih Hilang
2026-09-16 06:11 WIB · aindari · 👁 328 dibaca

Kepala Basarnas memastikan operasi SAR KM Virgo Transport 8 mengacu pada standar IMO, dengan sektor pencarian yang disesuaikan dinamis mengikuti arus dan kondisi lapangan.
Hingga malam ketiga operasi pencarian, sebanyak 129 orang korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa masih belum ditemukan. Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, mengonfirmasi data tersebut dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (15/9) malam. Dari total 243 orang yang berada di kapal, 114 korban telah berhasil mendarat di Banjarmasin — terdiri dari 108 orang selamat dan 6 orang dinyatakan meninggal dunia.
KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9) dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Kapal itu bertolak dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) sebelum akhirnya kehilangan sinyal komunikasi.
Dalam kesempatan yang sama, Syafii menegaskan seluruh operasi SAR dijalankan berdasarkan ketentuan internasional yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Ia menjelaskan bahwa pola pencarian tidak pernah identik dari hari ke hari karena tim menyesuaikan sektor berdasarkan sejumlah faktor lapangan. Pada hari pertama, pencarian mencakup delapan sektor; hari kedua dan ketiga masing-masing menyisir enam sektor dengan lokasi yang dapat bergeser.
Pergeseran sektor tersebut, menurut Syafii, diperlukan karena pergerakan arus laut dapat mengubah datum — titik acuan pencarian — sehingga area penyisiran perlu terus dihitung ulang untuk memaksimalkan peluang menemukan korban yang mungkin terbawa arus dari titik awal kecelakaan. Meski demikian, area di sekitar bangkai kapal tetap masuk dalam strategi pencarian, mengingat kemungkinan korban keluar dari badan kapal setelah operasi-operasi sebelumnya berlangsung.
Syafii juga menegaskan bahwa setiap keputusan besar — termasuk rencana membalikkan atau mengangkat bangkai kapal — tidak akan diambil tanpa pertimbangan teknis dan hukum yang memadai. Basarnas, kata dia, menjalani audit tahunan dari International Maritime Organization (IMO), sehingga seluruh pelaksanaan operasi dipastikan selaras dengan standar maritim internasional.
Kepala Basarnas mengimbau masyarakat dan keluarga korban untuk mengikuti perkembangan operasi langsung dari sumber resmi Basarnas, bukan dari informasi yang beredar di luar jalur resmi. Ia juga meminta dukungan doa agar cuaca dan kondisi lapangan mendukung kelancaran upaya pencarian yang masih terus berlangsung.
Tag: Basarnas, KM Virgo Transport 8, SAR, Laut Jawa, Kecelakaan Kapal