Pemerintah Dorong Pemanfaatan Pulau Indonesia untuk Investasi Pusat Data
2026-09-22 17:06 WIB · aindari · 👁 603 dibaca

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak investor membangun pusat data di Indonesia dengan menonjolkan ketersediaan wilayah, potensi energi, dan dukungan pasokan listrik.
Pemerintah kembali mempromosikan Indonesia sebagai lokasi pengembangan pusat data, sektor yang kebutuhannya terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi digital. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan ajakan itu kepada investor dalam forum Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, Selasa.
Bahlil menekankan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dari sisi wilayah karena terdiri dari banyak pulau dan menjadi negara dengan cakupan geografis besar di Asia Tenggara. Dengan kondisi tersebut, investor dinilai memiliki ruang luas untuk memilih lokasi pembangunan fasilitas data center sesuai kebutuhan bisnis dan teknis.
Selain lahan, pemerintah juga menyoroti faktor energi sebagai daya tarik utama. Bahlil menyebut Indonesia mempunyai beragam sumber energi yang dapat menopang operasional pusat data, mulai dari tenaga surya, air, panas bumi, angin, hingga sumber lain. Ketersediaan energi menjadi aspek penting karena fasilitas pusat data membutuhkan listrik dalam jumlah besar dan pasokan yang stabil.
Dalam forum tersebut, Bahlil juga menyatakan biaya produksi listrik di Indonesia dapat lebih bersaing dibandingkan negara lain. Ia menyampaikan pemerintah akan memberi kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin menanamkan modal di sektor ini. Terkait kebutuhan listrik, Bahlil memastikan PLN akan menyiapkan pasokan setelah investor menyampaikan rencana dan kapasitas daya yang diperlukan.
Dorongan investasi pusat data tidak hanya disampaikan melalui Kementerian ESDM. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal sebelumnya juga menawarkan peluang serupa kepada investor China dalam Indonesia-China Partnership Forum di Jakarta pada Kamis, 23 Juli. Deputi Bidang Pelayanan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Andi Maulana menyebut sektor pusat data menjadi peluang investasi yang prospektif karena ditopang perkembangan ekonomi digital Indonesia yang termasuk cepat di Asia Tenggara.
Berdasarkan paparan BKPM yang mengutip Mordor Intelligence, pasar pusat data Indonesia diperkirakan bernilai sekitar 1,44 miliar dolar AS pada 2025 dan naik menjadi 1,83 miliar dolar AS pada 2026. Proyeksinya berlanjut hingga 3,48 miliar dolar AS pada 2031, dengan laju pertumbuhan tahunan majemuk 13,71 persen. Di tingkat global, pasar pusat data diperkirakan meningkat dari 386,71 miliar dolar AS pada 2025 menjadi 684,39 miliar dolar AS pada 2031.
Tag: pusat data, investasi teknologi, energi, PLN, ekonomi digital