Pencarian KM Arupadatu I Berlanjut, Polda Banten Belum Temukan Posisi Kapal
2026-09-23 16:31 WIB · aindari · 👁 570 dibaca

Polda Banten menyatakan KM Arupadatu I yang membawa lima jurnalis dan tiga kru masih hilang kontak di perairan Selat Sunda, sementara satu jenazah kru telah teridentifikasi melalui DNA.
Polda Banten menyatakan keberadaan kapal cepat KM Arupadatu I masih belum diketahui setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda, Pandeglang. Kapal tersebut membawa delapan orang, terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru, dan hingga kini masih menjadi objek pencarian tim gabungan.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, dalam konferensi pers yang diikuti secara daring dari Tangerang pada Rabu, mengatakan belum ada kepastian mengenai posisi kapal itu. Ia menegaskan bahwa aparat belum menemukan KM Arupadatu I dan statusnya masih diperlakukan sebagai kapal yang hilang dalam operasi pencarian.
Meski posisi kapal belum diketahui, Polda Banten telah mengidentifikasi satu korban dari unsur kru. Korban bernama Surakman atau Sukarman, berusia 60 tahun, teridentifikasi berdasarkan pencocokan DNA sampel antemortem dengan jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Hasil tersebut menjadi temuan faktual terbaru dalam penanganan kasus hilangnya kapal cepat tersebut.
Hengki menyampaikan bahwa kepolisian tidak ingin membuat kesimpulan di luar data yang tersedia. Menurut dia, belum ada informasi pasti mengenai arah pergerakan maupun kondisi kapal setelah hilang kontak. Karena itu, penanganan masih diletakkan dalam kerangka pencarian dan pengumpulan fakta di lapangan.
Adapun lima jurnalis yang berada di kapal tersebut adalah M Bagus Khoirunas dari Kantor Berita ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistiro dari iNews, Firdaus dari Anadolu, dan Donal yang berstatus jurnalis lepas. Dua kru lain yang belum ditemukan adalah Warta selaku kapten kapal dan Heriyanto sebagai pemandu.
Kapolda juga menyebut belum dapat memastikan nasib para korban lain. Ia tidak menutup berbagai kemungkinan, termasuk peluang korban selamat atau terbawa ke wilayah lain, tetapi menegaskan hal itu belum bisa dijawab tanpa dasar temuan yang jelas. Pernyataan itu disampaikan sebagai bentuk kehati-hatian agar proses hukum dan pencarian tidak bertumpu pada spekulasi.
Polda Banten bersama tim gabungan, termasuk Basarnas, akan melanjutkan pencarian berdasarkan informasi yang dapat diverifikasi. Hengki juga menyampaikan penghargaan kepada masyarakat dan nelayan yang telah membantu memberikan keterangan terkait penemuan jenazah. Informasi dari warga dinilai penting untuk mendukung penelusuran lanjutan atas hilangnya KM Arupadatu I.
Tag: KM Arupadatu I, Polda Banten, Selat Sunda, jurnalis hilang, Basarnas