Polda Papua Catat 29 Korban Jiwa dalam Gangguan KKB di Papua Pegunungan
2026-09-24 00:01 WIB · aindari · 👁 575 dibaca

Sebanyak 29 orang meninggal dalam rangkaian gangguan keamanan oleh KKB di Papua Pegunungan sepanjang Januari hingga September 2026.
Polda Papua mencatat 29 orang meninggal dunia akibat gangguan kelompok kriminal bersenjata atau KKB di Provinsi Papua Pegunungan selama Januari hingga September 2026. Data itu disampaikan Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin dalam rapat koordinasi keamanan dan ketertiban masyarakat bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan di Wamena, Rabu.
Dari jumlah korban meninggal tersebut, sebagian besar merupakan warga sipil. Patrige merinci 25 korban berasal dari masyarakat sipil, sementara empat lainnya adalah aparat, masing-masing dua anggota TNI dan dua anggota Polri. Pada periode yang sama, aparat juga mencatat 76 aksi yang dikaitkan dengan KKB, meliputi penembakan, pembakaran, kontak tembak, penganiayaan, pemalangan, penyanderaan, pengancaman, hingga perampasan senjata api.
Berdasarkan evaluasi Polda Papua, total gangguan keamanan di Papua Pegunungan sepanjang periode tersebut mencapai 642 kasus. Patrige menilai situasi ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan perlindungan warga dan stabilitas keamanan wilayah. Menurut dia, penanganan keamanan tidak cukup dilakukan oleh aparat semata, melainkan memerlukan keterlibatan banyak pihak.
Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 menyatakan tetap menjalankan penegakan hukum secara tegas, profesional, dan terukur. Di sisi lain, pendekatan humanis juga dikedepankan melalui program Binmas Noken. Patrige menekankan perlunya kerja bersama antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk membangun situasi yang aman dan kondusif.
Pengamanan dan patroli juga akan diperkuat di sejumlah jalur yang dianggap rawan. Beberapa rute yang menjadi perhatian antara lain Wamena–Tolikara, Wamena–Yalimo, Wamena–Lanny Jaya, dan Wamena–Nduga. Selain patroli, pendekatan kepada warga tetap dilakukan melalui Binmas Noken, termasuk pembinaan bagi generasi muda serta pelayanan kesehatan.
Gubernur Papua Pegunungan John Tabo menyampaikan bahwa penanganan perkara kriminal oleh aparat penegak hukum telah dilakukan sesuai prosedur dan standar operasional. Ia berharap rapat koordinasi tersebut memperkuat komunikasi antara aparat dan pemerintah daerah serta menghasilkan langkah strategis untuk menangani persoalan keamanan. John juga menyoroti banyaknya korban dari kalangan aparat maupun warga sipil yang tidak bersenjata, dan menyebut kondisi itu sebagai tragedi kemanusiaan.
Rapat koordinasi kamtibmas tersebut diikuti para bupati dari delapan kabupaten di Papua Pegunungan. Wilayah itu meliputi Jayawijaya, Mamberamo Tengah, Lanny Jaya, Tolikara, Yalimo, Pegunungan Bintang, Nduga, dan Yahukimo. Polda Papua dan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyatakan akan memperkuat koordinasi untuk menjaga keamanan, melindungi masyarakat, menegakkan hukum, serta mendukung keberlangsungan pelayanan publik.
Tag: KKB, Papua Pegunungan, Polda Papua, Damai Cartenz, Hukum