Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Teknologi

Kebakaran di Kemayoran Soroti Risiko Baterai Lithium pada Perangkat Modern

2026-07-18 06:10 WIB · aindari

Baterai lithium banyak dipakai pada perangkat elektronik dan kendaraan listrik, tetapi dapat terbakar bila mengalami panas tak terkendali atau kerusakan internal.

Insiden kebakaran di gedung PT Terra Drone Indonesia di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, kembali menyoroti risiko penggunaan baterai lithium pada perangkat berenergi tinggi seperti drone. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (9/12), dan Polres Metro Jakarta Pusat menduga sumber api berasal dari baterai drone yang terbakar di lantai satu gedung.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro menyampaikan bahwa sekitar pukul 12.30 WIB terdapat baterai di lantai satu yang terbakar. Karyawan sempat berupaya memadamkan api, tetapi tidak berhasil. Area tersebut disebut sebagai tempat penyimpanan, sehingga api cepat merambat ke bagian lain bangunan.

Baterai lithium digunakan luas pada ponsel, laptop, power bank, skuter listrik, mobil listrik, hingga drone. Jenis baterai ini populer karena bobotnya ringan, efisien, dan mampu menyimpan energi besar. Namun, karakter yang sama juga menuntut penanganan hati-hati karena kerusakan atau penggunaan yang keliru dapat memicu kebakaran.

Salah satu kondisi paling berbahaya pada baterai lithium adalah thermal runaway. Dalam situasi ini, suhu di dalam baterai naik secara tidak terkendali dan memicu reaksi kimia berantai. Proses tersebut menghasilkan panas tambahan, merusak elektrolit, serta membentuk gas bertekanan tinggi. Jika cangkang baterai tidak mampu menahan tekanan, kebakaran atau ledakan dapat terjadi.

Beberapa pemicu thermal runaway antara lain pengisian daya berlebihan, pengosongan daya terlalu rendah, penggunaan pengisi daya tidak standar, serta kerusakan fisik. Baterai yang jatuh, bocor, tertekan, atau tertusuk dapat mengalami korsleting internal. Risiko serupa juga dapat muncul dari cacat produksi, misalnya segel yang tidak rapat atau pemisah anoda dan katoda yang bermasalah.

Paparan suhu tinggi juga menjadi faktor penting. Baterai yang ditinggalkan di mobil panas atau terkena sinar matahari langsung dapat mengalami kenaikan suhu melewati batas aman. Kondisi itu mempercepat kerusakan kimia dan meningkatkan peluang baterai terbakar.

Pencegahan dapat dilakukan dengan kebiasaan penggunaan yang tepat. Perangkat sebaiknya dicabut setelah baterai penuh, tidak dibiarkan kosong total, dan selalu memakai pengisi daya resmi yang kompatibel. Baterai juga perlu dijauhkan dari benturan, tekanan, panas ekstrem, serta disimpan di tempat sejuk dan stabil. Jika baterai mulai menggembung, bocor, berubah bentuk, cepat habis, atau menunjukkan gejala tidak normal, penggunaan perlu dihentikan dan baterai sebaiknya diganti.

Tag: baterai lithium, drone, kebakaran, thermal runaway, keamanan perangkat